Langsung ke konten utama

HUBUNGAN QADLA DAN QODAR DENGAN IKHTIAR KITA

HUBUNGAN QADLA DAN QODAR DENGAN IKHTIAR KITA

Dalam ajaran agama kita,ada yang disebut qadla’ dan qodar. Bahkan kepercayaan itu menjadi salah satu rukun keimanan kita. Masalahnya adalah dimana letak perhubungan antara qadla’ qodar dengan ikhtiar kita ?

Qadla’ lebih berhubungan dengan ilmu Allah,artinya secara azali / secara dari awalnya Allah maha mengetahui apapun yang akan terjadi terhadap kita. Juga artinya apapun yang terjadi pada kita semata-mata karena ijinNya,karena kekuasaanNya.

Sedangkan qodar lebih bermakna ketentuan atau putusan Allah terhadap apa2 yang berlaku. Atau dengan kata lain,qodar adalah pelaksanaan dari qadla’Nya Allah. Disinilah masuknya peran ikhtiar manusia,baik ikhtiar lahiriah maupun bathiniah seperti doa,tirakat,hizib,mantra,ilmu dll. Tetapi usaha manusia itu diijini Allah berhasil bukan berarti usaha manusia itu mampu membelokkan kehendak Allah,tetapi semata-mata karena belas-kasihan[rahmat] Allah yang sangat besar kepada manusia. Itulah sifat Allah yang disebut AR-RAHMAN yang harus kita yakini. Bahkan usaha manusia itupun sudah masuk dalam qodlo’ Allah sendiri.

Atau ibaratnya begini. Ikhtiar manusia yang berupa doa dan usaha itu seperti kita membuka pintu dan jendela rumah kita sehingga cahaya matahari masuk ke rumah kita. Bukanlah usaha pembukaan pintu dan jendela tersebut mampu memaksa matahari bersinar, namun hakekatnya matahari memang sifatnya sudah bersinar, sehingga upaya pembukaan pintu dan jendela adalah upaya menerima sinar tsb. Demikian juga upaya doa dan ikhtiar adalah membuka pintu diri terhadap rahmat Allah yang memang secara azali dan kekal bersifat RAHMAN, berbelas kasihan dan penuh anugerah.

Nah cobalah anda perhatikan keluar masuknya nafas anda barang sejenak. Biarkan saja keluar masuk secara wajar. Amati saja. Adakah anda pernah merencanakan keluar masuknya nafas anda ? Atau adakah pernah anda capek2 mengaturnya? Tidak bukan? Sebenarnya Allah sendiri yang mendorong keluar masuknya nafas anda. Dia tahu kebutuhan jasad anda supaya tetap exis. Itulah kenapa Dia berfirman bahwa Dia itu bahkan lebih dekat kepada anda dari pada urat leher anda sendiri. “ Wa nahnu aqrobu ilaihi min hablil wariid “.

Dia senantiasa berperan kepada kita,Dia tidak pernah meninggalkan kita,senantiasa memerhatikan kita bahkan lebih dari orang tua yang memerhatikan bayinya. Kitalah yang sering meninggalkanNya.

Semoga dengan merenungkan paparan diatas, bisa tergugah rasa pengharapan dan keyakinan kita kepadaNya. Amiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

Tips Cara Mengolah Bekatul Menjadi Makanan Suplemen Kesehatan

Anda tahu bekatul kan ? Nggak tahu...sungguh terlalu !!! Ya, bekatul adalah limbah beras. Gabah yang digiling akan menghasilkan limbah berupa sekam dan bekatul. Ada yang menyebut dedak halus. Biasanya bekatul sekedar jadi pakan ternak, sapi, ayam, itik misalnya. Nah, kali ini jadikan pakan ternak itu makanan suplemen kesehatan yang murah meriah. Saya telah lama mempraktekkan hal ini. Sebagai praktisi pengobatan alternatif saya menyarankan tiap pasien saya untuk mengkonsumsi bekatul. Hasilnya sungguh menggembirakan. Bekatul sangat bermanfaat untuk memulihkan kesehatan bagi orang yang habis operasi, habis sakit, untuk membantu kesembuhan penderita kencing manis dan masih banyak lagi manfaatnya. Adapun cara pengolahannya yang sederhana sangatlah mudah. Bekatul bisa Anda buat menjadi panganan, jajan, biskuit, bubur dan sereal. Untuk pengolahan menjadi sereal ada dua macam yaitu sereal bekatul murni dan sereal campuran. Khusus untuk penyembuhan penyakit, terutama bagi Anda yang menderit...

CARA MEMBUAT JAMU "KUAT LELAKI"

Apabila Anda merasa badan Anda terasa lesu kurang bergairah maka Anda dapat membuat jamu alami pembangkit tenaga dan stamina. Adapun caranya demikian : BAHAN -BAHAN YANG DIPERLUKAN : telor ayam kampung 3 butir teh 2 ons gula batu secukupya Cara pembuatannya demikian : rebuslah teh tersebut atau cukup rendam degan air panas satu setengah gelas kemdian saringlah air tersebut, masukkan telor yang ada kedalam air teh tersebut dan aduklah, tambahkan gula batu secukupnya dan aduk hingga rata, minumlah ramuan tersebut. Baca artikel tentang Jamu Pria berikutnya di RESEP JAMU SEHAT DAN PERKASA BAGI PRIA Ramuan ini efektif bagi Anda yang tidak sedang mengalami penyakit kencing manis maupun angguan fungsi seksual atau ereksi. Bagi Anda penderita kencing manis temukan solusinya di ayosembuhdansehat.blogspot.com . Sedangkan bagi Anda yang mengalami gangguan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, silahkan klik di minyaktelor.com Wassalam, Tiknan Tasmaun

Tentang SERAT WIRID HIDAYAT JATI

Selayang Pandang, Buku (kitab) Serat Wirid Hidayat Jati adalah buku yang ditulis oleh R.Ng. Ronggo Warsito (Kiyahi Ageng Burhan). Penulis tidak mendapatkan buku aslinya, namun penulis mendapat warisan buku tulisan tangan dari Almarhum Kakek. Menurut penuturan beliau, beliau sendirilah yang menyalin tulisan tersebut dari buku aslinya yang tertulis dalam aksara Jawa ke dalam tulisan beraksara Latin. Pada pembukaan (Kata Pengantar) buku tersebut, tertulis nama Raja Solo, Pangeran R. Soewono Sosro Mangkoe Negoro Sambernyowo (Gerak III). Jadi mungkin Ronggo Warsito menulis buku tersebut atas perintah Ingkang Sinuhun atau menulis buku tersebut untuk dipersembahkan kepada Beliau. Berikut adalah kata pengantar dalam buku tersebut : "Bahosi Kawungan : Sintento ingkang kerso maos serat puniko, menawi dereng tampi wedaran saking Murtito Mawaskito Tunggal, ing panyuwun kulo mugi kersoho nahan adrenging kerso kanti sumeleh ing penggalih. Sampun ngantos kawahos. Inggih namung bongso wirid...

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...