. POSTINGAN ARTIKEL :

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rising from Despair: Finding God in the Heart

 Rising from Despair: Finding God in the Heart


Despair often strikes without warning, leaving us feeling lost and hopeless. Shattered self-confidence, deep-seated pain, and dwindling faith can envelop us in darkness. 


Yet, a glimmer of light can guide us out of this abyss.


Finding God in the Heart


When despair hits, discover God within. He is our strength, comfort, and hope. Through spiritual growth, we learn to:

Invite God's help in our life.


With God's presence, we rise above despair, finding peace, hope, and renewal.

How To Rise From Failure

Rising from failure requires resilience, self-awareness and strategic action. Here are steps to help you bounce back:


Emotional Recovery


1. *Acknowledge emotions*: Accept feelings of disappointment, frustration or sadness.


2. *Grieve and let go*: Allow yourself time to process emotions, then release them.


3. *Practice self-compassion*: Treat yourself with kindness and understanding.


4. *Reframe failure*: View it as an opportunity for growth and learning.



Self-Reflection


1. *Identify causes*: Analyze factors leading to failure.


2. *Recognize patterns*: Detect recurring mistakes or habits.


3. *Assess strengths*: Leverage positive aspects of your approach.


4. *Seek feedback*: Gather insights from others.



Strategic Rebuilding


1. *Set realistic goals*: Break down large objectives into smaller, achievable tasks.


2. *Create an action plan*: Outline concrete steps toward recovery.


3. *Prioritize learning*: Acquire new skills or knowledge.


4. *Secure support*: Surround yourself with positive influences.



Mental Resilience


1. *Focus on progress*: Celebrate small victories.


2. *Cultivate optimism*: Visualize success and positivity.


3. *Develop problem-solving skills*: Enhance critical thinking.


4. *Practice mindfulness*: Stay present and focused.


Rise from failure by embracing resilience, learning from mistakes and strategically rebuilding your path forward.


 (Writing this Article is helped by chatgpt) 


E-book : How Rise From Failure by Making The God To Be Your Real Big Boss, call / WA me at +6285850960090

Mengampuni dan Melepaskan: Kunci Kebahagiaan Sejati

Mengampuni dan Melepaskan: Kunci Kebahagiaan Sejati


Mengampuni dan melepaskan adalah dua konsep yang sangat penting dalam perjalanan spiritual dan emosional kita. Kebanyakan orang menganggap bahwa mengampuni dan melepaskan adalah tindakan yang sulit dilakukan, namun sebenarnya keduanya adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan sejati dan kedamaian dalam hidup.


Mengapa Mengampuni Penting?


1. *Mengurangi stres dan kecemasan*: Mengampuni dapat mengurangi perasaan negatif dan stres yang timbul dari dendam dan kebencian.


2. *Membuka ruang untuk kebahagiaan*: Dengan mengampuni, kita membuka ruang untuk kebahagiaan dan kedamaian masuk ke dalam hidup kita.


3. *Meningkatkan hubungan*: Mengampuni dapat memperbaiki hubungan dengan orang lain dan diri sendiri.


4. *Membuat kita lebih dewasa*: Mengampuni menunjukkan kedewasaan emosional dan spiritual.


Bagaimana Cara Mengampuni?


1. *Terima perasaan*: Terima perasaan negatif, tapi jangan biarkan mengendalikan hidup.


2. *Pahami perspektif*: Coba memahami perspektif orang lain.


3. *Pilih untuk mengampuni*: Pilih untuk melepaskan dendam dan kebencian.


4. *Berdoa atau meditasi*: Berdoa atau meditasi untuk meminta bantuan dan kekuatan.


5. *Membuat keputusan*: Putuskan untuk mengampuni dan melanjutkan hidup.


Mengapa Melepaskan Penting?


1. *Mengurangi beban emosional*: Melepaskan dapat mengurangi beban emosional dan membuat kita merasa lebih ringan.


2. *Membuka ruang untuk pertumbuhan*: Melepaskan dapat membuka ruang untuk pertumbuhan dan perkembangan.


3. *Meningkatkan keseimbangan*: Melepaskan dapat meningkatkan keseimbangan emosional dan spiritual.


4. *Membuat kita lebih bebas*: Melepaskan membuat kita lebih bebas untuk menikmati hidup.


Bagaimana Cara Melepaskan?


1. *Kenali apa yang harus dilepaskan*: Kenali apa yang harus dilepaskan, seperti dendam, kebencian atau kesedihan.


2. *Terima perasaan*: Terima perasaan, tapi jangan biarkan mengendalikan hidup.


3. *Pilih untuk melepaskan*: Pilih untuk melepaskan dan melanjutkan hidup.


4. *Lakukan ritual pelepasan*: Lakukan ritual pelepasan, seperti menulis surat yang tidak dikirim atau membakar simbol.


5. *Membuat keputusan*: Putuskan untuk melepaskan dan melanjutkan hidup.


Kesimpulan


Mengampuni dan melepaskan adalah dua konsep yang sangat penting untuk mencapai kebahagiaan sejati dan kedamaian dalam hidup. Dengan mengampuni dan melepaskan, kita dapat mengurangi stres, meningkatkan hubungan, dan membuat kita lebih bebas untuk menikmati hidup.


(Artikel dibuat dengan chatgpt) 

KEAJAIBAN SEHARI-HARI

Jika anda berfikir bahwa dalam hidup anda hanya satu dua kali mengalami peristiwa ajaib, bahkan merasa tidak pernah sama sekali, maka anda salah besar. Renungkan ini. Tidur nyenyak kemudian bisa bangun itupun keajaiban. 


Bernafas dengan nikmat, mandi dengan air melimpah, ada sabun, ada pasta gigi, itu juga keajaiban. Mengapa ? Pernahkah anda berfikir jika satu hari saja Tuhan hilangkan air, betapa menderitanya hidup anda dan saya ini. Kemudian sarapan. Minum kopi. Pergi kerja. Itu semua juga keajaiban. Dimana keajaibannya ? 


Perhatikan, otak yang selalu siap on-time bekerja. Otot yang tidak membangkang kehendak anda. Belum lagi organ dalam anda yang tanpa anda atur sudah bekerja secara otomatis menjaga kehidupan anda. Bukankah itu keajaiban ? 


Nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan !? Belum lagi rejeki yang senantiasa mengalir. Ada saatnya berlebih dan ada saatnya seperti kekurangan. Ada saatnya bisa menghutangi orang dan ada saatnya andapun berhutang. Itu adalah keajaiban kehidupan sosial. Nikmat mana lagi yang bukan keajaiban ? Ketika sopir taksi berputar" cari penumpang. Pada saat yang tepat ada orang keluar dari gang mencari taksi. Nah, terjadilah transaksi. Bukankah itu keajaiban. Dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan. Belum lagi ketika anda lagi punya beban menumpuk, celakanya lagi pas tidak punya uang. Tetapi anda masih bisa tertawa di warung kopi. Bukankah itu keajaiban. Maka bersyukurlah kepada Pemilik kehidupan ini. 


 Semoga bermanfaat. Salam, Tiknan Tasmaun

Sakit : Nikmat Tuhan Yang Tersembunyi

Tidak seperti nikmat lainnya yang penuh diharap manusia. Sakit merupakan nikmat Tuhan yang tersembunyi, yang siapapun orangnya pasti tidak berharap. Sekalipun tidak pernah berharap sakit, tetapi jika memang datang waktunya sakit, maka ada hikmah tersembunyi dibalik keadaan sakit tersebut.   


Salah satu hikmahnya adalah dengan merasakan sakit maka akan mengetahui betapa mahalnya sehat itu. Sehat adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia. Jika nikmat sehat dicabut maka berapapun harta yang dimiliki maka tiada terasa nikmatnya lagi.

Pernah satu kali penulis diundang orang yang lagi parah=parahnya sakit asam urat plus gagal ginjal. Bergerakpun tak mampu dia. Belum rasa sakit skujr tubuh yang menderanya. Sempat dia berujar, andai bisadibeli lagi sehat tubuhnya, 200 jutapun dia sanggup bayar. Saya tertawa saja, Ya iyalah, waktu sakit seakan nikmat harta tak ada artinya. Ketika orang lagi sakit maka baginya kesehatan adalah nikmat tertinggi di dunia. Padahal sejatinya masih ada nikmat yang lebih tinggi lagi yaitu niknat 'petunjuk-Nya' yaitu rasa keimanan dan kepasrahan di dada.

Sekian semoga bermanfaat.

ANTARA CAKRA MANGGILINGAN DAN HUKUM KARMA

ANTARA CAKRA MANGGILINGAN DAN HUKUM KARMA
Salah satu ujaran dalam falsafah Jawa dikenal dengan istilah CAKRA MANGGILINGAN. Cakra artinya lingkaran atau sesuatu yang serupa roda. Cakra, dalam khasanah pewayangan dikenal sebagai senjata sakti Sri Kresna sebagai titisan Dewa Wisnu. Sedangkan manggilingan berarti berputar. Maka bahasa ringkasnya jaman sekarang adalah "kehidupan ibarat roda berputar".

Sedangkan KARMA adalah hukum alam yang mempunyai pengertian 'Sebab - akibat'. Ada kawan yang membantah pendapat penulis demikian, kan dalam ajaran Islam tidak ada istilah hukum karma ?. Saya jawab, ya memang tidak kita temukan istilah karma dalam khasanah agama Islam. Tetapi menurut pendapat penulis, secara esensi makna karma itu ada.

Misalnya dalam keterangan bahwa sekecil apapun kebaikan yang kita buat pasti akan ada balasannya (sebagai akibatnya ) dan begitu juga sebaliknya (QS. 99 Al Zalzalah : 7 - 8 ). Hanya saja dalam konsep Islam, jika seseorang bertaubat dan mohon ampunan atas kejahatan yang telah dilakukan maka Allah Maha Pengampun. Ampunan Allah itulah yang menghapus 'akibat' (siksa dalam segala bentuknya sebagai akibat dari sebab perbuatan jahat tersebut).

Karena itu, hai sahabat semua. Pandanglah sesamamu di kiri kananmu. Lihatlah dengan cermat. Suatu hari kau tidak akan menyangka menjadi apa kamu dan menjadi apa mereka. Boleh jadi teman atau tetangga yang selalu kau hina suatu hari menjadi orang penting di lingkunganmu atau bahkan negaramu, atau menjadi orang super kaya, atau menjadi orang 'alim dan lain sebagainya, Atau orang yang kau sanjung-sanjung, suatu hari bisa jadi kehidupannya akan berubah.

Juga hati-hati terhadap perilaku kita terhadap sesama makluk. Apapun alasannya jika kita membuka aib orang, suatu saat cakra manggilingan akan mengenai kita, aib kita yang akan terbuka lebih dahsyat dan menjijikkkan. Jika kita berusaha mencelakakan orang, maka suatu saat kita juga akan lebih celaka lagi. Jika kita mendorong orang baik-baik untuk dipenjara maka suatu saat penjara akan menanti kita. Hanya saja jika semua sudah terlanjur, marilah bertobat supaya azab sebagai bagian dari cakra manggilingan-nya karma tidak ditimpakan kepada kita semata-mata karena ampunan-Nya.

Salam, Tiknan Tasmaun.

MAWAS DIRI : Sikap Terbaik Ketika Susah

Kehidupan ibarat roda berputar, kata pepatah. Ada kalanya di atas, ada kalanya di bawah. Ketika kita bergembira, banyak-banyaklah berterimakasih kepada Allah. Karena hanya sebab kemurahan-Nya semata maka Anda bisa bahagia. Bagaimana sikap terbaik waktu susah ? Mawas diri jawabannya.

Susahpun banyak macamnya. Ada yang mengalami kesusahan karena sesuatu yang memang pantas untuk merasa susah, namun juga ada yang merasa susah karena memang 'salah' sudut pandangnya terhadap problem yang dihadapinya. Apapun itu, maka sikap mawas diri-lah yang terbaik. Mawas diri adalah menghitung diri sendiri, kelemahan, kesalahan, kesombongan diri, dan masih banyak lagi.

Ketika berdoa kepada Allah, cobalah berdoa dengan doa mawas diri, misalnya dengan doa yang isinya kurang lebih demikian : " Ya Allah, tiada Tuhan  selain Engkau, Engkau Maha Benar, apapun takdir-Mu selalu benar, keadaan susah ini adalah akibat ulah-salahku sendiri."

Ketika kita mawas diri kemudian tahu batasan diri sendiri maka kesedihan atas sesuatu itu akan diambil dari dada ita. Karena sesungguhnya kesusahan adalah 'rasa' yang ada dalam jiwa kita akibat cara pandang kita dalam menyikapi masalah yang menimpa. Terakhir, apapun yang terjadi janganlah kita berprasangka buruk terhadap Allah. Tetap berprasangka baik kepada-Nya, bahwa apapun yang terjadi Dia sangat sayang kepada kita dan pasti menolong kita selagi kita membuka diri terhadap-Nya.

Salam, Tiknan Tasmaun

Sikap Ketika Roda Kehidupan Sedang Di Bawah

Sesuai prinsip atau rumus kehidupan yaitu apa yang kita percayai - apa yang menjadi prasangka kita - maka itu yang terjadi, maka hati-hati ketika merasakan roda kehidupan seakan - akan sedang ada di bawah. Jangan sampi kegalauan hati menimbulkan prasangka bahwa Allah 'sedang menguji kita' sehingga Dia berperilaku menjadi 'tidak bermurah lagi alias pelit' kepada kita. Sekali - kali jangan ada terbesit prasangka demikian. Bukan masalah apa - apa, hanya takutnya  jika sampai berprasangka demikian maka justru hal itu yang menjadi kenyataan yang kita rasakan terjadi dalam hidup kita. Ingat prinsip ilahiyah ini :"Aku Allah mengikuti prasangka hambaKu".

Karena itu justru ketika merasakan roda kehidupan ada di bawah, misalnya hasil pekerjaan kurang dari yang kita harapkan, keuangan mengalami penurunan pemasukan sedang kebutuhan meningkat atau sedang ada problem rumah tangga, maka selayaknya kita justru meningkatkan kesadaran diri yang jati bahwa saat itu Allah sedang mempersiapkan segala hal yang akan lebih baik lagi keadannya. Ingat prinsip roda, jika sudah terletak di bawah, pasti babak berikutnya roda itu akan menaik ke atas kembali. Itulah sunah (lumrah, kebiasaan) kehidupan.

Berpikir positif itu kuncinya. Sadarilah bahwa Yang Maha Kuasa senantiasa berlaku kasih dan sayang kepada kita. Jadikan hal itu bukan lagi hanya keyakinan semata, tetapi 'lihat dan saksikan sendiri' bahwa hal itu adalah fakta. Sekali lagi fakta dan faktual.. Dalam bahasa agama disebut bahwa keyakinan yang sudah menaik menjadi seakan - akan meyaksikan sendiri bahwa itu fakta, faktual, bukan lagi asumsi keyakinan semata, maka hal tersebut disebut keyakinan yang sudah 'ainul yaqin.

Justru ketika kehidupan kita lagi terasa ada di bawah, maka saksikan bahwa Dia Maha Menolong. Bahwa Dia Maha Mengabulkan harapan dan do'a. Bahwa Dia Maha Pemurah, Maha Pemberi rejeki tak terhingga. Dan jika kita sudah bisa bersaksi demikian maka pertolongan-Nya insya Allah sungguh dekat. Karena apa yang kita persaksikan - apa yang menjadi prasangka kita- itulah yang akan diijabah oleh-Nya. Amiin.

Tidak Takut Mati Namun Menghargai Kehidupan

Kemarin sora hingga tadi malam kita disuguhi berita tentang gejala akan terjadinya tawuran antar suporter bola di tanah air, khususnya bebotoh versus jackmania. Untungnya pihak Kepolisian mampu mendeteksi dini dan sekaligus meredam gejolak ini hingga bisa ditangani dengan baik.

Anak-anak muda ini sebenarnya anak yang luar biasa. Mereka tidak takut kematian. Andai saja mereka hidup di jaman perjuangan mungkin mereka juga akan dengan heroik ikut perang membela tanah air dengan semboyan lebih baik mati dari pada dijajah.

Ya, anak - anak muda ini tidak takut kematian. Namun sayang, justru kehidupan yang sepatutnya dihargai sedemikian rupa justru dicederai hanya karena emosi yang meledak gara-gara fanatik terhadap klub bola kesayangannya.

Kasus tidak menghargai kehidupan ini begitu banyak terjadi, bisa kita saksikan baik dari berita dari dalam maupun luar negeri. Dalam negeri misalnya kasus tawuran warga di Aceh  Singkil. Di Luar Negeri misalnya perang abadi Israel - Palestina, perang Yaman , perang oleh ISIS dan lain sebagainya. Mereka-mereka ini justru 'terlalu' berani menyongsong kematian sehingga lupa membangun dan merawat kehidupan.

Ingat bahwa tugas utama kita sebagai manusia adalah 'mewakili Allah' (kalifatullah ) dalam memakmurkan bumi alias dunia ini. Justru itu seberapa besar kontribusi kita terhadap kehidupan ini maka itulah nilai yang kita dapatkan, bukan sebaliknya. Seorang muslim yang benar adalah orang yang sedemikian rupa hingga tetangganya selamat dari mulut dan tangannya.

GAGAL GINJAL BISA SEMBUH : Kisah Nyata

Alhamdulillah, salah satu pasien yang bernama Bapak Ahmad Fauzi, Wonokerto, Dukun, Gresik, yang semula sudah harus cuci darah 2 kali seminggu karena menderita gagal ginjal, kini sudah sembuh, tidak bergantung cuci darah lagi. Allah menyembuhkannya dengan lantaran doa, keyakinan yang bulat akan welas asih-Nya dan terapi beberapa ramuan dedaunan herbal alami. Apa yang tak mungkin bagi manusia ternyata tiada yang mustahil bagi-Nya. GAGAL GINJAL BISA SEMBUH : Kisah Nyata

Segala puja dan puji Syukur adalah milik Allah Yang Maha Welas Asih serta sholawat dan salam kiranya senantiasa tercurah kepada Kekasih-Nya, Nabi Muhammad saw dan ahli keluarganya serta para rasul dan para nabi terdahulu, para sahabat, para tabi'in, para tabi'it-tabii'in, para auliya' dan orang-orang yang senantiasa dalam lindungan kasih-Nya. Amin.

Yang perlu dilakukan oleh Praktisi Pengobatan  baik ahli medis, alternatif ataupun alternatif berbasis herbal adalah pertama-tama harus mampu membangkitkan keyakinan diri si pasien bahwa Allah itu maka kuasa serta maha murah welas asih. Jika bersandar pada welas asih-Nya, insya Allah akan mendapat anugerah pertolongannya. Jadikan keyakinan itu bukan sekedar angan - angan semata, tetapi jadikan hal tersebut menjadi 'suatu fakta' pada pandangan anda, fakta yang riil bahwa Allah Maha Kuasa dan sekaligus Maha Welas Asih.

Jika Anda adalah praktisi pengobatan herbal, maka alam telah menyediakan berlimpah ruah berbagai jenis dedauan dan tetumbuhan yang sangat berkhasiat bagi penyembuhan dan kesehatan manusia. Jika anda ikhlas menolong sesama, maka Allah akan memberikan inspirasi / ilham kepada anda tentang berbagai herbal. Yang semula anda tidak tahu apa manfaat suatu tumbuhan, kemudian Allah akan menginspirasi anda sehingga anda mendapat intuisi terhadap penggunaan herbal tertentu. Janji Allah adalah, barang siapa yang mau mengamalkan ilmunya dengan ikhlas walau ilmu itu sedikit maka Dia akan menambahkan ilmu itu kepada orang tersebut

GAGAL GINJAL BISA SEMBUH : Kisah Nyata

Penulispun mengalami hal tersebut. Penulis bukan ahli farmakologi baik kimia maupun herbal. Penulis lebih banyak mengandalkan intuisi pada mulanya. Bahkan kadang - kadang intuisi yang datang bisa berupa mimpi yang simbolik maupun yang jelas gamblang nyata. Kemudian penulis terapkan dan akhirnya menjadi pengalaman yang empiris. Dengan 'ilmu titen' dari berbagai pengalaman itulah yang akhirnya memperkaya khasanah pengetahuan kita terhadap berbagai herbal. Bukan hanya jenis herbalnya saja tetapi yang penting adalah perlakuan kita dalam meramu / meracik herbal tersebut.

Pernah satu kali penulis dipanggil oleh orang kampung sebelah. Dia menderita gagal ginjal. Karena malam su sebagi dah larut, jadi penulis tidur-tiduran di teras rumah saudarasi sakit ( bersebelahan ). Ketika tertidur itulah penulis bermimpi dikasih orang rokok cap sukun. Kemudian penulis terbangun. Dalam hati, penulis merasa bahwa itu bukan mimpi biasa namun petunuk.

Akhirnya penulis menafsirkan mimpi itu adalah sebagai petunjuk untuk mengobati orang itu dan pasien gagal gijal umumnya dengan daun sukun. Alhamdulillah dia sembuh. Begitu juga pasien-pasien gagal ginjal yang lainnya.

Beberapa pengalaman yang penulis alami dalam membantu sesama antara lain :

  • tumor ganas dalam lambung dengan rahmat Allah menjadi sembuh tanpa melaui operasi. Tumor tersebut berubah menjadi hancur berupa air, darah dan daging hancur. Oleh pihak medis akhirnya cairan darah dan daging tersebut cukup dikeluarkan dengan cara disedot dengan pipa melalui mulut.
  • kencing manis, yang harusnya sudah harus diamputasi kakinya, alhamdulillah sembuh dan tidak jadi diamputasi 
  • kanker payudara semakin hari makin mengecil kemudian menghilang. 
  • gondok leher, yang sudah dioperasi namun masih tumbuh lagi, alhamdulillah berhasil sembuh tidak muncul lagi,
  •  penderita batu ginjal, alhamdulillah batu-batu di ginjalnya berhasil keluar tanpa operasi
  • penderita batu empedu, juga alhamdulillah batu-batu di empedunya berhasil keluar tanpa operasi
  • gagal ginjal (yang sudah saya tulis pada artikel diatas) alhamdulillah berhasil sembuh,

Sekali lagi, semua itu adalah anugerah Allah semata. Saya, -dan anda para praktisi pengobatan alternatif / herbal maupun para tenaga medis- hanyalah perantara saja. Kita semua tiada punya kuasa apapun. Hanya karena welas asih-Nya semata semua itu terjadi. Semoga sharing penulis ini juga bermanfaat bagi kawan-kawan praktisi pengobatan alternatif lainnya dan juga bagi para sedulur yang sedang mengalami musibah sakit. Kiranya Allah memberkati kita semua, amiin.


Salam, Tiknan Tasmaun.


KUTUKAN DAN BERKAH

Sumpahan : kutukan dan berkah. Hati - hati mengeluarkan sumpahan baik kepada keluarga sendiri maupun orang lain. Sumpahan atau kutukan adalah doa yang berisi kejelekan yang ditujukan kepada orang maupun makhluk lain. Hal tersebut terjadi mungkin karena kejengkelan hati atau rasa marah yang tertahankan. Ingat : sebelum kutukan itu menimpa orang lain maka kutukan itu akan menyasar si empunya kutukan dulu, yaitu si pengutuk.

Sebaliknya jika anda menebarkan berkah maka sebelum orang yang anda doakan mendapan berkah maka berkag akan lebih dulu datang kepada anda. Ucapan berkah adalah kebalikan dari sumpahan atau kutukan. Ianya adalah doa baik yang anda tujukan kepada orang lain.

Mengapa hal itu  bisa terjadi ? Semata - mata adalah karena keadilan Ilahi yang bersanging dengan sifat Rahman-Nya, welas asih-Nya. Sesetengah ilmuwan mengatakan bahwa air mampu menerima dan merekam ucapan manusia, baik itu ucapan kutuk maupun berkah. Padahal dalam dalam diri tubuh manusia mengandung mayoritas bahan air. Sehingga tubuh kita sendiripun merekam segala ucapan dan emosi kita. Belum lagi alam sekitar yang juga banyak mengandung air baik udara, tumbuhan, bumi dan sebagainya. Bukankah semua itu menrekam ucapan kita juga.

Sumpahan : kutukan dan berkah

Lebih dari pada itu, yang mesti kita ingat adalah rumus kehidupan ini : Makhluk di alam semesta ini adalah 'Wajah-Nya', semua makhluk adalah 'perwakilan-Nya', diatas itu semua tentu lebih khusus lagi adalah manusia. Manusia adalah khalifatullah fil ardli, wakil Tuhan di bumi. Jadi apapun perlakuan kita kepada sesama makhluk maka itu dinilai sebagai perlakuan kita kepada-Nya. Jika kita menebar kasih kepada sesama makhluk maka kita juga akan mendapatkan cinta kasih Allah. Sebaliknya jika kita menyakitkan sesama makhluk tentu DIA Yang Empunya segala makhluk ini yang akan tidak terima, maka kitapun akan mendapatkan balasannya juga.

Bagaimana jika sudah terlanjur menyakitkan sesama maklhuk ? Contoh pada artikel ini adalah menebar kutkan kepada sesama, maka jalan satu-satunya adalah mohon ampunan kepada Tuhan Sang Pemilik Makhluk sekaligus minta maaf kepada maklkuk atau orang yang kita sakiti atau kita kutuk tadi, selagi hal itu memungkinkan. Tebusan berikutnya adalah berusaha sebisa dan sesering mungkin 'menyenangkan' sesama makhluk dengan harapan mendapan ridlo Allah.

Ingatlah pada hukum sebab akibat, dosa pahala ataupun karma. Semua itu tiada putusnya. Yang mampu memutus hanyalah rahmat Allah. Karena itu dianjurkan banyak-banyak istighfar. Contoh kasus yang saya temui sebenarnya banyak sekali, namun lain kali saja disambung lagi.

Salam, Tiknan Tasmaun.

MEMPERBESAR REJEKI

Banyak diantara kita yang bertanya-tanya bagaimana cara memperbesar rejeki, tentu yang dimaksud adalah uang. Tidak ada resep yang jitu dalam hal ini. Namun satu hal yang pasti bahwa rejeki ada kaitan langsung dengan anugerah Tuhan di satu sisi dan pada sisi yang lain adalah berkaitan dengan ikhtiar kita sebagai manusia.

Ada beberapa sikap bathin kita yang mampu memperbesar datangnya rejeki. Sikap-sikap bathin ini diantaranya adalah :
  • merasa bergantung mutlak kepada Allah sebagai sumber rejeki
  • melibatkan Allah dalam setiap pekerjaan dan keputusan bisnis yang kita buat
  • menyaksikan (yakin) bahwa Allah Maha Pemurah dalam memberikan rejeki
  • bersyukur kepadaNya dalam setiap rupiah yang kita dapatkan
  • siap membagikan sebagian rejeki (uang) kepada  yang memerlukan uluran tangan kita, khususnya keluarga , sanak kerabat dan kemudian orang lain. Dalam hal ini kita ibaratkan rejeki uang bagaikan air yang mengalir dalam pipa ledeng rumah kita. Jika kran pipa kita alirkan maka aliran air dari pusat akan semakin lancar dan bertambah.
  • bekerja secara sungguh-sungguh di bidang yang kita geluti dengn niat semata-mata demi mejalankan amanah-Nya sebagai khalifah-Nya (wakil-Nya) di muka bumi ini.
  •  setiap urusan yang menjadi tanggungjawab kita hendaknya kita berusaha menyelesaikan secara sungguh-sungguh. Hatta samapi urusan yang sekecil-kecilnya atau sepele karena barang siapa yang amanah pada urrusan kecil maka akan diberi Allah amanah yang lebih besar lagi.
Demikian sekedar sharing kiranya bermanfaat.

Salam, Tiknan Tasmaun

MENGGAPAI BAHAGIA, MUNGKINKAH ?

Bahagia adalah soal 'rasa', soal perasaan. Umumnya manusia akan merasa bahagia apabila mendapatkan apa yang diinginkannya. Dalam istilah lain sering disebut hidup yang sukses. Antara lain sehat, berkecukupan, dan tercapai citra-citanya.

Bayangkan jika anda berkeinginan punya rumah sendiri. Ketika cita-cita tersebut tercapai maka alangkah bahagianya anda. Begitu juga ketika anda berkeinginan punya motor, mobil, atau apapun lainnya. Ketika keinginan anda itu tercapai maka rasa kebahagiaan tersebut memenuhi dada anda.

Namun, rasa bahagia tersebut biasanya tidak berkepanjangan. Karena sudah sifat manusia, keinginan tiada terbatas, selalu bertambah, sementara kemampuan terbatas. Maka silih bergantilah 'rasa' susah dan senang, sedih dan bahagia menghampiri jiwa manusia. Dan hal tersebut sangat lumrah sekali. Sangat manusiawi sekali. Lalu, mungkinkah bisa manusia itu mencapai kebahagiaan yang langgeng, yang kekal, yang tiada berubah ?

Pertanyaan tersebut sekilah mendapat jawaban 'tidak mungkin' ketika kita hidup di dunia, karena memang dunia tempat 'kesusahan'. Namun tunggu dulu. Mari kita merenung. Bukankah rasa bahagia itu jika kita mendapatkan apa-apa yang kita inginkan. Nah, bertolak dari premis tersebut maka sangat mungkin manusia hidup bahagia yang hakiki jika yang diinginkannya dan ditemukannya itu adalah 'sesuatu' yang hakiki juga.

Bukan berarti manusia tidak bisa bahagia dengan uang yang dimilikinya, walau uang itu sifatnya tidak hakiki. Namun dengan kesadaran bahwa uang adalah bentuk manifestasi dari 'rejeki', sedangkan rejeki adalah bersifat hakiki dari Sang Pemberi Rejeki (Ar-Rozaq), maka kita bisa bahagia dengan uang itu. Bukan uangnya secara bendawi, tetapi kesadaran bahwa uang sebagai wujud rejeki Tuhan maka ia adalah manifestari sifat Rahmah-Nya dan sifat kedermawan-Nya. Begitu juga dengan anugerah yang lain-lainnya.

Namun hal tersebut akan mampu meningkat menjadi pencapaian yang hakiki jika kesadaran kita kita naikkan kepada Dia Yang Maha Pemberi tersebut. Jika cita-cita dan keinginan kita adalah ingin 'berjumpa' dengan-Nya dan berusaha membut-Nya senang (ridlo) maka betapa bahagianya juga kita jika cita-cita dan keinginan tersebut tercapai. Dan, jika hal tersebut tercapai maka kebahagian jenis yang ini tak akan lekang oleh waktu dan keadaan. Mengapa ? Karena sasaran cita-cita dan keinginan kita tersebut adalah Dia Yang Tiada Berubah, Kekal dan Tiada Terpengaruh oleh tempat dan waktu.

Dengan mendapatkan Dia dengan segala  'rasa suka-Nya', kerelaan-Nya, ridlo-Nya dan kasih sayang-Nya, itu sudah menjadi kebahagiaan yang tiada tara dan tiada akan berakhir. Padahal Dia adalah pemilik segala sesuatu. Maha kaya raya. Maha berkuasa. Tentu segala-gala yang kita perlukan juga akan dikasihkan oleh-Nya karena sifat Rahmah-Nya. Sifat belas kasihan-Nya yang tiada terbatas. Apapun yang kita pinta dan Dia beri tiada mengurangi sedikitpun kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Salam, Tiknan Tasmaun

PENDAPATAN PASIF, apa itu ?

Pernahkah Anda merasa heran melihat seseorang yang tidak memiliki aktivitas rutin seperti karyawan kantoran, tetapi memiliki kehidupan yang mapan dan bahagia? Mungkin Anda akan berpikir, mereka anak orang kaya sehingga semua biaya ditanggung orangtua. Atau mereka memiliki warisan yang sangat besar dan memakai warisan tersebut untuk membiayai seluruh kebutuhan hidup mereka.

Financial planner, Freddy Pieloor, CFP, menjelaskan bahwa mereka bukan anak orang kaya atau mendapatkan warisan berlimpah. Mereka hanya memiliki passive income atau pendapatan pasif, yang dapat memberikan penghasilan rutin tanpa perlu bekerja banting tulang.

Pendapatan pasif adalah sebuah penghasilan yang diterima secara rutin setiap bulan dari sebuah atau beberapa sumber investasi atau bisnis yang telah dibangun dan dimiliki di waktu yang lalu. Sesungguhnya sebagian besar dari mereka yang saat ini telah hidup nyaman dan bahagia berkat pendapatan pasif, dahulunya adalah karyawan kantoran.

Namun sejak awal saat mereka menerima penghasilan aktif (kala bekerja), mereka selalu menyisihkan setiap uang yang diperoleh. Setelah mereka sisihkan, uang itu diakumulasikan, diinvestasikan, dan dikembangkan dalam berbagai jenis instrumen investasi dan bisnis.

Awalnya bangunan investasi dan bisnis mereka juga merangkak dan bertahap. Setelah melalui satu dasawarsa, mereka mampu menghasilkan dan mendapat ganjaran penghasilan yang melebihi kebutuhan hidup bulanan.

Setiap tahun, akumulasi pendapatan pasif bertumbuh dan berbuah. Mereka tidak langsung memanfaatkan pendapatan pasif tersebut, tetapi mereka gulung atau putar terus dalam berbagai investasi dan bisnis.

Mereka menunda kesenangan dan kepuasan diri dalam beberapa waktu yang relatif lama, tetapi mendapatkan kebahagiaan dan kenyamanan diri untuk periode waktu yang lebih lama hingga menutup mata.

Sekarang saat Anda menyisihkan setiap pendapatan yang diterima, dengan menunda kesenangan dan kepuasan diri sekarang, sisihkan pendapatan sebesar 20 persen dari setiap uang yang diterima. Uang itu untuk diakumulasikan dan diinvestasikan agar dapat memberikan hasil dan buah yang berlimpah pada waktu mendatang.

Cobalah beberapa investasi dan bisnis ini untuk mendapatkan pendapatan pasif:

1. Obligasi yang memberikan kupon setiap bulan atau per tiga bulan sesuai kontrak.

2. Reksadana pendapatan tetap.

3. Rumah, rumah toko, apartemen, atau kios yang disewakan.

4. Usaha atau bisnis yang dijalankan sendiri atau dioperasikan pihak ke-3.

5. Usaha franchise.

Tambahan dari penulis :

6. Saham,

7. Deposito,

8. Program affiliate via internet marketing, dll

(Majalah Chic/Freddy Pieloor, CFP, disalin secara lengkap dari http://lipsus.kompas.com/workingmom/read/2011/10/25/08555590/Sejahtera.dengan.Pendapatan.Pasif.)


How To Wake Up INNER ENERGY

WHAT IS INNER ENERGY ?

Inner energy is a miracle power that you all have. Pay atention at this case: a child that he was very afraid of dog. One day he was hunted by a dog. He ran so fastly, but unfortunately there was a high wall infront of him, two meters and a half. What happened then ? Due to the big afraidness, the child could jump up over the wall. Why it could be done? THAT is the inner energi. It is also called inner power. In that condition, the child's inner energy woke up automatically. You and I are also able to wake up our inner power. How to do it ?

THESE ARE THE ANSWERS :

Whatever happens with you just keep positive thinking. Say to your self, that your life is useful. Say the wonderful words before and after your sleeping. Imagine what your goal. Remember that Allah The God is as what a humanbeing thinks. (The free-meaning of Hadish Qudsi The Propeth Muhammad SAW).  By the way just set up your mind , making sure that The God mercy with you. Set up in your mind that whatever you want you will get. Do it and do it and do it everytime. It will be able to wake up your inner energy.

Do yoga exercise everyday, 

it spends maybe 15 minutes. Take a breath, do it slowly. Take the air slowly, imagine that you are getting a great power from nature, from The God. Hold the air in your body and imagine that you spread the power into all part of your body. Finally, through away the air. Imagine that you through away your weakness.
Don't be lazy to practice the exercise everyday. Do it and do it and do it, and what will be happened with you ? You will become a powerfull man, because your inner energy changes more great,...more powerful.

Praying is also the most impertant thing to do. 

Why ? You must realize that all the nature; on earth , in heaven, in the sky and whatever in the universe are belong to The God Himself. We , you and I, have not anything in this world. So who you are if you do not want to pray Him and ask Him ?! Remember what Allah says in The Qur'an : ASK ME, and I will really give you. Let's pray and ask Him whatever we want. Just ask Him, and ask Him, and ask Him,....and you will get a great power to solve any problems in your live.

HUKUM KARMA : review sabdalangit

Ketika penulis mau menulis tentang 'hukum karma', penulis mencari perbandingan tulisan para pakar tentang hal tersebut. Maka jumpalah tulisan tentang hukum karma pada Blog Sabda Langit tentang hukum karma. satu hal yang menarik adalah penrnyataan pada tulisan tersebut yang mengandaikan bahwa hukum karma adalah sebanding dengan hukum sebab-akibat.

"Secara sederhana hukum karma atau sebab akibat dapat dipahami dengan logika sederhana pula. Sebagaimana dalam rumus yang mempunyai dalil “ada asap, berarti ada api”. Dalam bahasa yang sederhana dapat dikatakan “ada akibat, tentu ada penyebabnya pula”.  Yang jelas di dalam hukum karma terdapat pola hubungan erat antara penyebab dan akibatnya. Rumus ini dapat diterapkan untuk memahami setiap kejadian atau peristiwa dalam kehidupan sehari-hari kita." (http://sabdalangit.wordpress.com/2011/07/26/seluk-beluk-hukum-karma/)
Dalam hal ini saya sependapat. Namun pada ulasan selanjutnya tentang hukum karma sebagai 'karma keturunan' perlu kajian yang lebih mendalam lagi. Memang benar jika doa-doa dan tirakat orang tua biasanya keberkatannya bisa 'diturunkan' sampai anak- turun. Namun untuk karma yang bersifat negatif, adakah juga 'menurun' pada anak cucu ? Wallahu a'lam.

Dalam terminologi agama, perihal keadaan atau nasib yang jelek dan menyedihkan serta berbagai halangan kehidupan, seperti sakit, sial, kemiskinan dan lain sebagainya disebut bala'. Salah satu upaya yang dianjurkan untuk menghilangkan bala' adalah dengan cara berdoa. Banyak ragam pelaksanaan doa. Mulai dari cara berdoa biasa, tirakat / puasa, meditasi / semedi, sedekah dan masih banyak lainnya. Intinya adalah memohon kepada Allah, Tuhan semesta alam.

Disamping berdoa dengan segala macam cara tersebut, yang tak kalah pentingnya adalah bersangaka baik kepada Allah. Juga melakukan kebaikan-kebaikan kepada makhluk-Nya. Karena sekali lagi, karma adalah hukum timbal balik, jika kita bersangka baik kepada Allah, maka Dia juga akan memperlakukan kita dengan lebih lagi baiknya. Jika kita mempercayai dan menjadi saksi-Nya bahwa Dia Maha Welas Asih, maka Dia pasti lebih lagi dalam memberi rahmat 'kawelasan' kepada kita. Jika berbuat baik kepada makhluk-Nya, maka Dia lebih lagi memperlakukan kita dengan amat baiknya.

Salam, Tiknan Tasmaun.

ILMU PENARIK REJEKI

Dalam terminologi Kejawan ada perbedaan antara 'ilmu' dengan 'ngelmu'. Kedua - duanya mengacu kepada suatu pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan. Namun ada perbedaan diantara keduanya. Jika 'ilmu' berkaitan dengan kognitif - pengetahuan akal, sedangkan 'ngelmu' lebih mengarah kepada 'pengetahuan bathiniah' alias intuitif.

Pembahasan kali ini secara spesifik mengarah kepada pengucapan kalimat afirmatif positif untuk membangkitkan keyakinan dalam alam bawah sadar seseorang, yang mana kalimat afirmatif tesebut dalam terminologi keilmuan disebut 'mantra'.

Salah satu mantra yang menjadi kalimat afirmatif untuk 'penarik' rejeki adalah dibawah ini :

PROSES TERAPI PENYEMBUHAN TERHADAP KANKER DAN TUMOR

Tulisan ini merupakan 'sharing' penulis tentang prosedur atau tatacara terapi penyembuhan terhadap tumor dan kanker baik yang jinak maupun yang ganas. Semua ini bukan dari sumber literatur manapun namun sebagai hasil pengalaman penulis selama ini dalam menangani penyakit tersebut.

Berikut adalah tatacara prosedur yang biasa saya lakukan dalam rangka terapi penyembuhan penderita tumor / kanker :

Pertama pasien saya ajak untuk berusaha ikhlas terhadap apaun takdir-Nya dan pada saat yang sama berusaha menanamkan keyakinan terhadap kemaha-murahan Allah SWT dan juga kemaha-kuasaNya, sehinggga apapun bisa Dia lakukan. Jika bagi manusia mustahil maka tak ada yang mustahil bagi Allah.

Kedua, Pasien saya ajak berdoa yang berisi penyerahan diri kepada Allah dan sekaligus memohon karunia-Nya untuk penyembuhan terhadap penyakit yang diderita.

Ketiga, Pasien saya terapi dengan pancaran energi Nur Sulthonan Nashiroh ( berupa energi methafisik-ilahiyah) yang merupakan anugerah Allah, yang berfungsi membakar dan mematikan jaringan kanker dan tumor tersebut. Biasanya pasien akan merasakan 'hantaman' energy tersebut. Jika tumor atau kankernya jenis yang ganas maka dilakukan dua atau tiga hari sekali hingga lima sampai tuju kali terapi. Pada jenis tumor dan kanker yang jinak bisa dilakukan terapi seminggu sekali serta cukup sampai tiga kali terapi.

Keempat. Pasien saya haruskan tiap hari meminum air rebusan daun sirsak atau moris tiga kali sehari, berturut-turut minimal sampai dua bulan. Aturan perebusannya adalah untuk sepuluh lembar daun sirsak direbus dengan tiga gelas air hingga tinggal satu gelas.
Demikian prosedur terapi yang saya lakukan dan alhamdulillah, dengan ijin Allah hasilnya menakjubkan, si pasien sembuh total. Tumor dan kanker mati sampai seakar-akarnya. Semoga sharing ini bisa bermanfaat bagi sesama.

Salam, Tiknan Tasmaun
 

Allah - "My Real Big Boss" : Apa Yang Anda Persaksikan Maka Itulah Yang Terjadi

Allah mempunyai Nama-Nama atau Asma Yang Indah. Nama-Nama itu juga  mengandung Nama Keagungan-Nya. Salah satu cara mengenal-Nya yang adalah 'tan kinoyo ngopo'- laisa kamitslihi- tidak ada perbandingan yang serupa dengan-Nya- adalah dengan jalan mengenal Nama-Nya.

Nama-Namanya menggambarkan sifa Zat (Pribadi atau ke-Ada -Nya), sifat-sifat dan perilaku (af'al)-Nya. Nama-Nama-Nya juga tertulis dalam Quran Yang Agung sebagai ayatNya dan juga terhampar di alam semesta, juga sebagai tanda-Nya. Ketika kita memperhatikan burung-burung di udara. Mereka tidak pernah menanam. Tidak pernah memupuk. Namun mereka selalu panen. Mereka disediakan rejekinya oleh-Nya dalam kadar masing-masing. Namun disatu sisi juga kita lihat bahwa mereka terbang 'bergerak' mengambil rejeki yang telah disediakan. Dalam peristiwa itu kita menyaksikan Asma-Nya "AR_ROZAAQ", Allah Tuhan Sang Pemberi Rejeki.

Ar-Rozaq, Nama Allah, yang menjelaskan sifat perilaku (af'al)-Nya yaitu kemurahannya dalam memberi rejeki kepada makhluq-Nya. Dalam peristiwa burung diatas kita menyaksikan 'Ada-Nya' Tuhan melalui perilaku-Nya yang tergambar dalam Nama-Nya : Pemberi Rejeki.

Bagi kaum muslim tentu sholat menjadi amalan atau kelakuan pokok harian yang menjadi washilah perhubungan antara makhluk dengan khaliqnya. Dalam sholat disamping ada unsur pemujaan, permohonan, pengagungan juga ada unsur 'penyaksian'. Penyaksian inilah yang hampir kita lupakan. Kita sering membohongkan kalimat Allah dengan cara kita ucapkan namun hati tidak menyaksikan kebenarannya.

Ketika kita memuja-Nya dengan berkata 'Alhamdulillah dan seterusnya' diri kita belum menyaksikan-Nya bahwa Dialahyang mempunyai hak segala ucapan terimakasih dan pujianKita masih lali dam persaksian.

Ketika kita berdoa (dalam duduk diantara dua sujud) 'robighfirli' - ampuni aku, kita belum menyaksikan bahwa kita ini pendosa dan sekaligus menjadi saksi bahwa Dia Maha Pengampun. Ketika kita mohon rejeki -'warzuqni' kita tidak juga menjadi saksi bahwa kita ini fakir, lemah tiada daya dan Dia Maha Kaya, Maha Pemuarah dan Maha Pemberi Rejeki.

Dalam doa keseharian juga begitu. Betapa seringnya kita memohon rejeki kepada Allah. Namun kita tak mau menjadi saksi bahwa memang kita ini fakir. Betapapun pangkat Anda dan segudang kekayaan Anda, Anda dan saya itu fakir di hadapan-Nya. Kita itu fakir. Dia Maha Kaya. Mari kita saksikan itu. Kita saksikan bahwa Dia Maha pemurah. Dia Maha Pemberi Rejeki.

Mari menjadi saksi. Saksi dengan mata kepala dan mata hati sendiri. Bukan hanya katanya. Katanya ustad, kiyahi,guru atau siapapun. Saksikan sendiri. Maka apa yang anda saksikan itulah yang terjadi. Saksikan bahwa Allah mengabulkan permintaan kita. Saksikan bahwa Dia mendengar keluh kesah kita. Bahkan saksukan 'kehadiran-Nya' yang sangat dekat, bahkan lebih dekat daripada urat leher kita.

Betapa sering kita memohon sesuatu namun tidak mau (mampu ?) menyaksikan bahwa Dia bersedia memenuhi permohonan kita. Betapa sering kita minya rejeki kepada-Nya namun kita tak mau menjadi saksi bahwa Dialah yang 'sedang' memberi uang pada kita sebagai jawaban doa kita. Bahkan kita tak mau menjadi saksi bahwa sebelum kita mintapun sebenarNya Dia sudah amat berbelas kasihan kepada kita. Dia sudah mengirimkan uang dan rejeki yang lainnya kepada kita tampa kita minta sekalipun. Bahkan kita tak mapu menjadi saksi bahwa 'doa' kita itupun karena 'karya-Nya' semata, karena petunjuk dan kekuatan-Nya sendiri.

Bahkan kita tak mampu menjadi saksi bahwa apa yang tergerak dalam hati, keinginan kita, cita-cita luhur manusia dan sekalipun itu nafsu ...semua adalah anugerah-Nya semata. Kita alpa menyaksikan. Kita alpa sahadat kita. Kita alpa terhadap apa-apa yang seharusnya menjadi persaksian. bahkan apapun, hatta tingkah laku kitapun, sebenarnya menjadi saksi atas 'Ada-Nya'. Kitalah yang alpa terhadap kehadiran-Nya karena kita tak mampu menyaksikan-Nya. Kita tak mampu menyaksikan sifat-Nya dan perilaku-Nya yang semua tergambar dalam Nama atau Asma-Nya.

Lalu apa yang patut kita lakukan ??? Mari memohon kepada Allah supaya kita deberi kemauan dan kemampuan untuk menjadi saksi-Nya, saksi akan nama, sifat dan perbuatan-Nya. Menjadi saksi atas kebenaran ayat-ayat-Nya. Kita mohon untuk diberi kemampuan menjadikan-Nya benar-benar 'Tuhan - Tuan diatas tuan, the real big boss' dalam kehidupan kita sehari-hari.

Karena......jika kita menyaksikan (dan menjadi saksi) bahwa Dia 'sekarang sedang' memberi rejeki (AR-Rozaq) maka 'atas kemurahan-Nya' pasti ada uang datang yang dikirim-Nya. Jika mampu menjadi saksi dan menyaksikan bahwa Dia saat ini sedang mengabulkan doa kita (Al- Mujiib) maka atas kemurahan-Nya Dia akan mengabulan apa yang kita minta.

Salam persaksian, Tiknan Tasmaun

KONSULTASI KEREJEKIAN ( 3)

Para pembaca yang budiman,

Demi kepentingan para pembaca maka dengan ini saya turunkan kembali diskusi kami tentang amalan kerejekian dengan seorang sahabat melalui email. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua, amiin.

Tanya : Assalamuallaikum wr wb

Perkenalkan saya (Mr X) dari (Kota Y) dengan senang hati saya dapat berkomunikasi dengan bapak tentang kerejekian. Pak, saat ini saya sedang kesulitan ekonomi khususnya kesulitan untuk membayar utang yang numpuk. Sudi kiranya bapak mengijazahkan amalan yang berkaitan dengan masalah utang. Terima kasih.

Jawab : Waalaiku salam wr wb.

Ijazah secara kusus untuk bayar hutang saya nggak punya , namun untuk keluar dari masalah Anda, lakukan hal berikut :

- selama 7 malam sholat hajat 2 rakaat.

- selepas sholat hajad baca sholawat sebanyak-banyaknya namun seikhlas-ikhlasnya.

- berdoa dengan doa al fatihah, terutama pada kalimat IYYAKANA' BUDU WA IYYAKANAS TA'IIN mohon dalam hati apa hajadnya. Ulang beberapa kali sampai timbul keyakinan bahwa Allah PASTI mengabulkan doa Anda karena kemurahan-Nya semata.

Tanya : Saya ucapkan banyak terima kasih atas pemberian amalannya, semoga Allah membalas kebaikan Bapak. Amin.

Pak, mohon maaf saya mau tanya yang dibaca itu sholawat nabi atau sholawat yang lain ? terima kasih.

Jawab : Shoawat nabi saja, yang penting hati menghayati maknanya dan niatkan mohon kepada Allah dengan wasilah / perantaraan kemuliaan Rasulullah.

Tanya : Terima kasih pak atas penjelasannya......

Oh iya saya mau tanya lagi pak kalau membaca :IYYA KANA' BUDU WA IYYA KANASTA'IIN" terus niat hajatnya dengan suara gimana? Dan setelah selesai membaca al fatihah apa berdoa kembali sesuai hajatnya? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Jawab : Ketika membaca ayat IYYAKANA'BUDU maka hayati DALAM HATI bahwa hanya kepada Allah kita beribadah, menyembah, mengabdi, berbakti dan melayani. (Jadi hakekatnya ketika kita memberi nafkah anak, istri atau orang tua maka sebenarnya kita sedang berbakti atau melayani Allah).

Kemudian pada sambungan ayat WA IYYAKANASTA'IIN maka resapi dalam hati bahwa hanya DIA yang MAMPU dan karena kemurahanNya MAU menolong kita dan memberi segala hajad kita. Ketika ini berdoalah dalam hati (tanpa disuarakan) apapun hajad anda.

Ketika selesai Fatihah silahkan anda berdoa kembali dengan bahasa anda sendiri dan boleh anda lafalkan / suarakan.

Mohon dipahami ilmu ini sangat halus, dalam dan tinggi hakekatnya. Jika masih kurang paham maka mohonlah kepada Allah kepahaman akan rahasia (sirri) nya berdoa dengan fatihah dan sholawat.

Jika Anda punya kesempatan silahkan anda berkunjung ke gubuk saya ini.

Tanya : Pak emailnya udah saya terima dan terima kasih atas pencerahannya...... Kalau boleh tau apa Pak khasiatnya dari amalan ini dan insya Allah saya akan menemui bapak, dimana pak alamatnya.

Pak sebelumnya sya minta maaf barangkali pertanyaan ini tidak berkenan di hati bapak. Saya mau tanya apakah bapak punya pegangan untuk kerejekian, kalau ada berapa maharnya.

Terus terang pak saat ini saya sedang kesultan ekonomi untuk melunasi utang yang cukup besar. Begitulah cerita singkat saya. Terima kasih.

Tapi tetap pak amalan yang bapak kasih saya amalkan.

Jawab :

1. Jangan percaya dengan 'pegangan' untuk kerejekian, hanya doa, ikhtiar dan tawakal yang bisa merubah nasib. Antara lain adalah shodaqoh. Percayalah dengan shodaqoh yang ikhlas harta akan ditambah Allah. Juga rutin melakukan sholat dluha.

2. Jangan tanya khasiat suatu 'ilmunya Allah', amalkan dengan ikhlas dan selami sendiri rahasianya.

3. Alamat saya Rt 13 rw 07, desa Sawo, Kec. Dukun, Kab. Gresik, Jawa

Timur. Ditempuh dari arah Surabaya - Babat / Bojonegoro, turun

pertigaan Sukodadi ( arah barat lamongan) kemudian naik ojek ke desa

saya tsb.

Tanya : Terima kasih pak atas pencerahannya, terus terang dari sekian banyak yang saya konsultasikan masalah kerejekian hanya amalan dari bapak yang sesuai dengan hati nurani saya. Maaf pak saya mau tanya sau lagi sehabis amalan 7 malam apakah amalan tersebut berhenti atau terus diamalkan, mohon penjelasannya. Terima kasih.

Jawab : Jangan berhenti. Yang boleh berhenti adalah sholat hajadnya. Sedangkan ilmu dan amalan sholawat dan alfatihah jadikan 'pegangan' yang menyatu sehari-hari dalam kehidupan Anda.

Karena itu saya anjurkan juga untuk mulai secara rutin / istiqomah melakukan sholat dluha. Jika diwaktu dluha (pagi hari, waktu matahari cerah yaitu kira2 jam 7-an pagi sampai jam 9 gitu) Anda bisa meluangkan waktu untuk memuja dan melayaniNya (dengan sholat dluha) dan juga meminta (dengan kebenaran yang terkandung dalam al fatihah dan sholawat-seperti yang sudah saya sampaikan) maka Dia akan memberikan 'dunia' (rejeki,kesejahteraan, kelapangan) kepada Anda. Dan jika Anda ikhlas lillahi ta'ala dalam mengamalkan maka Cinta-Nya akan senantiasa menyertai Anda sampai hari kemudian, amiin.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Silahkan lihat artikel terkait di bawah ini:
- EMOSI DAN SPIRITUAL POWER : SUNATULLAH,solusi berbagai problem

- Mau Hidup Enak ? Berbaktilah Kepada Orang Tua dan Leluhur