Langsung ke konten utama

JIWA YANG TENANG

"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan rela dan diridloiNya" (al ayat).

JIWA YANG TENANG, siapa dia ?

Tentu jawabanya adalah manusia (dan juga jin sebagai makhluk yang juga dibebankan agama pada dirinya). Manusia yang bagaimana ? Yang ahli ibadah ? Yang 'alim ? Bagaimana dengan kita-kita yang ukuran ibadahnya sangat jauh sekali ini ? Bagaimana juga dengan kita-kita yang tidak 'alim atau pandai soal agama ini ?

Jangan terlalu risau. Allah tidak membebankan sesuatu yang di luar kemampuan kita. Seberapa kita mampu asal ikhlas, itulah yang dinilai olehNya. Kembali ke masalah jiwa yang tenang, siapa dia ? Bisakah kita termasuk di dalamnya ?

Sebenarnya jawabannya adalah ada di hati kita masing-masing. Jika kita sudah mampu mengendalikan diri -yaitu nafsu dengan segala keinginan kita- bukan kita yang dikendalikan nafsu, maka ketika itulah kita sudah masuk ke wilayah jiwa yang tenang.

MAKNA KEMBALI KEPADA TUHAN

Kembali mempunyai beberapa makna yaitu :
-mati, namun bukan ini yang hendak kita bicarakan.
-menghubungkan diri atau mengembalikan diri kepada Allah. Ini poin yang penting yang harus kita hayati.

Ternyata dari ayat diatas, ketika kita mengembalikan diri kita seutuhnya kepadaNya maka bukanlah harta, ilmu maupun amalan yang diminta olehNya. Hanya rasa ikhlas, rela atau ridlo yang dipersyaratkanNya. Janganlah kita sampai menyombongkan diri dihadapanNya dengan merasa kita sudah banyak beramal dan berilmu.

RIDLO ATAU IKHLAS BERTUHANKAN ALLAH

Mari kita datang kepadaNya baik ketika sholat, berdoa, zikir hatta ketika kita tidur maupun ketika kita beraktifitas apapun dengan cara kita 'kembalikan' diri kita seutuhnya kepadaNya. Kita sadari bahwa 'rasa melihat' ini milikNya, kita kembalikan kepadaNya dengan mensukurinya. Begitu juga 'rasa-rasa' yang lainnya, rasa mendengar, mencium, rasa tau dan lain-lain. Aapun itu jangan samai kita akui sebagai milik kita sendiri.

Jika semua sudah kita kembalikan kepada Allah termasuk hidup kita maka kita tinggal mohon untuk dituntun olehNya dalam kehidupan ini. Biarkan kasihNya menuntun kehidupan kita. Biar kita pasrah sepasrah-pasrahnya. Sehingga apapun yang kita lakukan hanya ikhlas demi ridloNya.

Wassalam, Tiknan Tasmaun

Komentar

  1. On the downside, the precise placing of bets has become a bit sluggish in our expertise, usually spinning the wheel for upwards of 30 seconds even on smallish wagers, even on pre-game bets. The delay isn't a great consumer expertise and one we’d wish to see remedied as quickly as possible. It hardly ever lags or glitches and the general aesthetic of the app is just as regal as a brick-and-mortar Wynn Resort property. The cellular casino service provider has made it their mission to 점보카지노 develop high-quality content material.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELAMAT DATANG

Selamat datang dan selamat menikmati bunga rampai pemikiran penulis di bidang filsafat, analisa budaya dan sejarah, pengetahuan herbal dan beragam opini sosial budaya. Disamping blog ini untuk sharing pengetahuan dan pengalaman, di bawah ini juga penulis tampilkan daftar produk dan layanan dari penulis yang bisa diakses para pembaca yang membutuhkan. DAFTAR PRODUK HERBAL, PARFUM SPIRITUAL DAN EBOOK A. PRODUK KAMI : 1.   Ramuan komplit untuk wanita supaya menjadi 'seperti' gadis lagi, terdiri dari kapsul jamu untuk diminum dan herbal untuk gurah organ intim. Dengan  " HERBAL KEMBALI PERAWAN "  yang merupakan ramuan herbal sari rapet alami inilah yang menjadi solusi permasalahan organ kewanitaan Anda. Sangat cocok bagi gadis yang telah mengalami 'kecelakaan' maupun ibu-ibu yang mengalami organ intim longgar. Herbal ini juga sangat efektif untuk mengobati keputihan. Info lengkap silahkan lihat di  https://perawanrapetwangi.blogspot.com/2010/01/solusi-supaya-menj...

JEJAK SEJARAH DESA SAWO, DUKUN, GRESIK

RINGKASAN MAKALAH TENTANG DESA SAWO 1. TENTANG Dr. (HC) K.H. Ng. Agus Sunyoto, M.Pd  Makalah ini mendasarkan pada metodologi yang diperkenalkan oleh Dr. (HC) K.H. Ng. Adus Sunyoto, Mpd. Dr. (HC) K.H. Ng. Agus Sunyoto, M.Pd., seorang sejarawan fenomenal sekaligus Ketua Lesbumi PBNU, dikenal memiliki pandangan kritis dan khas terhadap metode pelacakan sumber sejarah di Jawa dan Nusantara. Menurut beliau, metode pelacakan sejarah di Nusantara tidak bisa disamakan begitu saja dengan metode positivisme murni ala Barat yang hanya mengakui arsip tertulis negara. Bagi Agus Sunyoto, sejarah Nusantara harus didekati secara "pribumi" (indigenos)—yaitu dengan menghargai tradisi tutur atau Folklor, toponimi (Toponimi adalah bidang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul, arti, dan sejarah penamaan suatu tempat atau wilayah geografis), peninggalan sosiologis, artifak dan arkeologis.    2. JEJAK SEJARAH :  2.1. MAKAM BERGAMBAR REMBULAN  Di makam Kyai Demak-an pada nisan B...

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

The Four Elements of the Human Body

 The Four Elements of the Human Body The human body contains the four elements of nature, namely earth, water, fire (heat) and wind (air). All four influence human desires.  The earth element affects the desire for food and drink and the sufficiency of the body's needs.  The air element influences the human spirit to acquire worldly possessions. Even how much wealth is obtained will still feel lacking for humans. Like smoke in the air, it will continue to grow and fill the existing space.  The fire element influences the human will to be angry and defend itself against threats.  The water element influences the human spirit to be patient and accept God's fate. All four elements are important for the body. The influence on the will of the soul is also important so that humans can survive in the world. However, humans must also control these desires so that they remain within reasonable and controllable limits. If you cannot control them, you will fall into the lu...