Langsung ke konten utama

Tiga 'Rumah Tuhan' Dalam Diri Manusia

Tiga titik hidup bagi manusia.

Coba kita perhatikan diri kita secara biologis. Dalam tubuh manusia ada tiga tempat penting. Di kepala, dada dan di bagian pinggang. Di kepala adalah otak. Di dada adalah jantung. Di pinggang adalah buah pinggang alias ginjal. Perhatikan juga bahwa cara kerja ketiga organ ini diluar kesadaran manusia. Semua otot organ yang lain bisa diperintah manusia namun otot dan saraf otak, jantung dan ginjal tidak bisa kita perintah. Yang memerintah, yang menggerakkan dan yang mendiamkan adalah 'Tangan Gaib', yaitu langsung Tuhan sendiri.

Ditinjau dari fungsi ketiga organ tersebut juga sangat vital bagi manusia. Kerusakan salah satunya bisa mengakibatkan kematian. Seakan-akan pada ketiga organ tersebutlah terletak nyawa kita sebagai 'daya hidup' kita.

Tiga Letak 'Rasa' Kehendak Bagi Manusia.

Bagaimana Anda tiba-tiba merasa 'tahu' akan sesuatu ? Anda tahu bahwa ini hitam, itu putih, ini ibu, itu ayah, tiga tambah empat ada tujuh ? Tentu otak yang menemukan 'rasa tahu' tersebut. Rasa tahu tersebut kemudian dinamakan akal atau rasio. Dari pengamatan keseharian, belajar dan juga dari intuisi kemudian direkam dalam otak dan disimpan menjadi berjuta memori. Otak menjadi pusat kemampuan untuk menyimpan dan mengelola 'rasa tahu' atau pengetahuan kita.

Pada wilayah dada kita bisa merasakan dorongan yang bermacam-macam. Ada dorongan untuk marah, benci, cinta, berbuat kebaikan dan masih banyak dorongan-dorongan yang lainnya. Dorongan-dorongan ini kita tidak tahu bagaimana munculnya namun tiba-tiba saja kita merasa ada dorongan-dorongan tersebut. dorongan-dorongan tersebut menimbulkan kehendak. Orang menamakannya dengan nafsu. Kita rasakan nafsu kita bergejolak bersumber dari dada.

Pada wilayah ke bawah lagi ada area kemaluan. Penis bagi laki-laki dan vagina bagi wanita. Kita juga tidak tahu bagaimana asalnya, tiba-tiba ada dorongan yang kuat disertai rasa sensasi yang hebat pada alat kelamin kita jika kita melihat alat kelamin lawan jenis kita ( pasangan kita tentunya ). Kemudian tanpa diajari sebelumnya kitapun mampu melaksanakan 'misi sakral' yaitu mengembangkan keturunan di muka bumi ini. Tiba-tiba ada kemampuan untuk menggauli istri kita.

Fungsi kontrol bagi manusia

Ada tiga tempat penting bagi manusia. Yaitu otak, jantung dan buah pinggang beserta dengan testis dan alat kelamin manusia. Ketiganya merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Sumber kehendak, insting dan 'rasa tahu' manusia. Terutama dari wilayah dada dan kemaluan menjadi sumber kehendak alias nafsu bagi manusia untuk kelengkapan kehidupan. Bagaimana pengaturannya ? Si 'Manusia' ini lah yang wajib mengaturnya. Wajib mengontrolnya. Karena ketida-tiganya merupakan sumber kebaikan sekaligus sumber kejahatan bagi manusia.

Rumah Tuhan (Baitullah) dalam diri manusia.

Dalam serat wirid hidayat jati karya Kiyai Burhan alias R.Ng. Ronggowarsito menjelaskan demikian. Bahwa dalam kepala Adam ( manusia maksudnya ) ada otak. Dalam otak ada akal budi. Dalam akal budi ada kehendak. Dalam kehendak rahsa. Dalam rahsa ada cahaya (Nur). Dalam cahaya ada Sang Maha Aku (Ingsun), Dzat Yang Maha Suci

Dalam dada Adam ada kehendak, nafsu. Dalam nafsu ada rahsa. Dalam rahsa ada cahaya. Dalam cahaya ada Sang Maha Aku, Dzat Yang Maha suci.

Dalam testis Adam ada mani. Dalam mani ada madi. Dalam madi mada manikem. Dalam manikem ada kehendak. Dalam kehendak ada rahsa. Dalam rahsa ada cahaya. Dalam cahaya ada Sang Maha Aku, Dzat Yang Maha Suci.

Karena itu mari berdoa kepadaNya mohon untuk 'dipertemukan kepada-Nya' dalam kehidupan ini sehingga kita senantiasa dalam hidayah-Nya. Senantiasa dalam tuntunan-Nya. Dalam limpahan Cahaya-Nya. Bukan dalam 'tuntunan' nafsu kita. Amiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...

Tips Cara Mengolah Bekatul Menjadi Makanan Suplemen Kesehatan

Anda tahu bekatul kan ? Nggak tahu...sungguh terlalu !!! Ya, bekatul adalah limbah beras. Gabah yang digiling akan menghasilkan limbah berupa sekam dan bekatul. Ada yang menyebut dedak halus. Biasanya bekatul sekedar jadi pakan ternak, sapi, ayam, itik misalnya. Nah, kali ini jadikan pakan ternak itu makanan suplemen kesehatan yang murah meriah. Saya telah lama mempraktekkan hal ini. Sebagai praktisi pengobatan alternatif saya menyarankan tiap pasien saya untuk mengkonsumsi bekatul. Hasilnya sungguh menggembirakan. Bekatul sangat bermanfaat untuk memulihkan kesehatan bagi orang yang habis operasi, habis sakit, untuk membantu kesembuhan penderita kencing manis dan masih banyak lagi manfaatnya. Adapun cara pengolahannya yang sederhana sangatlah mudah. Bekatul bisa Anda buat menjadi panganan, jajan, biskuit, bubur dan sereal. Untuk pengolahan menjadi sereal ada dua macam yaitu sereal bekatul murni dan sereal campuran. Khusus untuk penyembuhan penyakit, terutama bagi Anda yang menderit...

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

CARA MEMBUAT JAMU "KUAT LELAKI"

Apabila Anda merasa badan Anda terasa lesu kurang bergairah maka Anda dapat membuat jamu alami pembangkit tenaga dan stamina. Adapun caranya demikian : BAHAN -BAHAN YANG DIPERLUKAN : telor ayam kampung 3 butir teh 2 ons gula batu secukupya Cara pembuatannya demikian : rebuslah teh tersebut atau cukup rendam degan air panas satu setengah gelas kemdian saringlah air tersebut, masukkan telor yang ada kedalam air teh tersebut dan aduklah, tambahkan gula batu secukupnya dan aduk hingga rata, minumlah ramuan tersebut. Baca artikel tentang Jamu Pria berikutnya di RESEP JAMU SEHAT DAN PERKASA BAGI PRIA Ramuan ini efektif bagi Anda yang tidak sedang mengalami penyakit kencing manis maupun angguan fungsi seksual atau ereksi. Bagi Anda penderita kencing manis temukan solusinya di ayosembuhdansehat.blogspot.com . Sedangkan bagi Anda yang mengalami gangguan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, silahkan klik di minyaktelor.com Wassalam, Tiknan Tasmaun

Tentang SERAT WIRID HIDAYAT JATI

Selayang Pandang, Buku (kitab) Serat Wirid Hidayat Jati adalah buku yang ditulis oleh R.Ng. Ronggo Warsito (Kiyahi Ageng Burhan). Penulis tidak mendapatkan buku aslinya, namun penulis mendapat warisan buku tulisan tangan dari Almarhum Kakek. Menurut penuturan beliau, beliau sendirilah yang menyalin tulisan tersebut dari buku aslinya yang tertulis dalam aksara Jawa ke dalam tulisan beraksara Latin. Pada pembukaan (Kata Pengantar) buku tersebut, tertulis nama Raja Solo, Pangeran R. Soewono Sosro Mangkoe Negoro Sambernyowo (Gerak III). Jadi mungkin Ronggo Warsito menulis buku tersebut atas perintah Ingkang Sinuhun atau menulis buku tersebut untuk dipersembahkan kepada Beliau. Berikut adalah kata pengantar dalam buku tersebut : "Bahosi Kawungan : Sintento ingkang kerso maos serat puniko, menawi dereng tampi wedaran saking Murtito Mawaskito Tunggal, ing panyuwun kulo mugi kersoho nahan adrenging kerso kanti sumeleh ing penggalih. Sampun ngantos kawahos. Inggih namung bongso wirid...