PENULIS mengucapkan Selamat Datang serta Salam Sejahtera bagi pembaca sekalian yang budiman. Mari kita temukan solusi atas berbagai problem dalam kehidupan ini menuju hidup yang sukses, mulia, sehat, berkecukupan namun terhormat. Blog ini berisi pengalaman, pemikiran, perenungan / kontemplasi penulis sebagai hasil dari interaksi dengan para sahabat, para guru, para klien maupun hasil dari 'pembacaan' alam sebagai wujud 'ayat-ayatNya'. Semoga blog ini bermanfaat

TENTANG PENULIS

Foto saya
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Penulis adalah Praktisi Pengobatan Herbal / Alternatif. Tinggal di rt 13/ rw o7,Sawo,Dukun,Gresik-61155. Data Diri Penulis secara lengkap bisa dilihat di Tentang Kami. Kontak penulis di no.hp: +6285850960090 atau via email ke: powerman.tiknan@gmail.com

Kamis, Mei 06, 2010

Tiga 'Rumah Tuhan' Dalam Diri Manusia

Tiga titik hidup bagi manusia.
Coba kita perhatikan diri kita secara biologis. Dalam tubuh manusia ada tiga tempat penting. Di kepala, dada dan di bagian pinggang. Di kepala adalah otak. Di dada adalah jantung. Di pinggang adalah buah pinggang alias ginjal. Perhatikan juga bahwa cara kerja ketiga organ ini diluar kesadaran manusia. Semua otot organ yang lain bisa diperintah manusia namun otot dan saraf otak, jantung dan ginjal tidak bisa kita perintah. Yang memerintah, yang menggerakkan dan yang mendiamkan adalah 'Tangan Gaib', yaitu langsung Tuhan sendiri.

Ditinjau dari fungsi ketiga organ tersebut juga sangat vital bagi manusia. Kerusakan salah satunya bisa mengakibatkan kematian. Seakan-akan pada ketiga organ tersebutlah terletak nyawa kita sebagai 'daya hidup' kita.

Tiga Letak 'Rasa' Kehendak Bagi Manusia.
Bagaimana Anda tiba-tiba merasa 'tahu' akan sesuatu ? Anda tahu bahwa ini hitam, itu putih, ini ibu, itu ayah, tiga tambah empat ada tujuh ? Tentu otak yang menemukan 'rasa tahu' tersebut. Rasa tahu tersebut kemudian dinamakan akal atau rasio. Dari pengamatan keseharian, belajar dan juga dari intuisi kemudian direkam dalam otak dan disimpan menjadi berjuta memori. Otak menjadi pusat kemampuan untuk menyimpan dan mengelola 'rasa tahu' atau pengetahuan kita.

Pada wilayah dada kita bisa merasakan dorongan yang bermacam-macam. Ada dorongan untuk marah, benci, cinta, berbuat kebaikan dan masih banyak dorongan-dorongan yang lainnya. Dorongan-dorongan ini kita tidak tahu bagaimana munculnya namun tiba-tiba saja kita merasa ada dorongan-dorongan tersebut. dorongan-dorongan tersebut menimbulkan kehendak. Orang menamakannya dengan nafsu. Kita rasakan nafsu kita bergejolak bersumber dari dada.

Pada wilayah ke bawah lagi ada area kemaluan. Penis bagi laki-laki dan vagina bagi wanita. Kita juga tidak tahu bagaimana asalnya, tiba-tiba ada dorongan yang kuat disertai rasa sensasi yang hebat pada alat kelamin kita jika kita melihat alat kelamin lawan jenis kita ( pasangan kita tentunya ). Kemudian tanpa diajari sebelumnya kitapun mampu melaksanakan 'misi sakral' yaitu mengembangkan keturunan di muka bumi ini. Tiba-tiba ada kemampuan untuk menggauli istri kita.

Fungsi kontrol bagi manusia
Ada tiga tempat penting bagi manusia. Yaitu otak, jantung dan buah pinggang beserta dengan testis dan alat kelamin manusia. Ketiganya merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Sumber kehendak, insting dan 'rasa tahu' manusia. Terutama dari wilayah dada dan kemaluan menjadi sumber kehendak alias nafsu bagi manusia untuk kelengkapan kehidupan. Bagaimana pengaturannya ? Si 'Manusia' ini lah yang wajib mengaturnya. Wajib mengontrolnya. Karena ketida-tiganya merupakan sumber kebaikan sekaligus sumber kejahatan bagi manusia.

Rumah Tuhan (Baitullah) dalam diri manusia.
Dalam serat wirid hidayat jati karya Kiyai Burhan alias R.Ng. Ronggowarsito menjelaskan demikian. Bahwa dalam kepala Adam ( manusia maksudnya ) ada otak. Dalam otak ada akal budi. Dalam akal budi ada kehendak. Dalam kehendak rahsa. Dalam rahsa ada cahaya (Nur). Dalam cahaya ada Sang Maha Aku (Ingsun), Dzat Yang Maha Suci

Dalam dada Adam ada kehendak, nafsu. Dalam nafsu ada rahsa. Dalam rahsa ada cahaya. Dalam cahaya ada Sang Maha Aku, Dzat Yang Maha suci.

Dalam testis Adam ada mani. Dalam mani ada madi. Dalam madi mada manikem. Dalam manikem ada kehendak. Dalam kehendak ada rahsa. Dalam rahsa ada cahaya. Dalam cahaya ada Sang Maha Aku, Dzat Yang Maha Suci.

Karena itu mari berdoa kepadaNya mohon untuk 'dipertemukan kepada-Nya' dalam kehidupan ini sehingga kita senantiasa dalam hidayah-Nya. Senantiasa dalam tuntunan-Nya. Dalam limpahan Cahaya-Nya. Bukan dalam 'tuntunan' nafsu kita. Amiin.

0 comments:

RELATED POST

TERIMAKASIH

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kiranya Allah memberkati Anda