PENULIS mengucapkan Selamat Datang serta Salam Sejahtera bagi pembaca sekalian yang budiman. Mari kita temukan solusi atas berbagai problem dalam kehidupan ini menuju hidup yang sukses, mulia, sehat, berkecukupan namun terhormat. Blog ini berisi pengalaman, pemikiran, perenungan / kontemplasi penulis sebagai hasil dari interaksi dengan para sahabat, para guru, para klien maupun hasil dari 'pembacaan' alam sebagai wujud 'ayat-ayatNya'. Semoga blog ini bermanfaat

TENTANG PENULIS

Foto saya
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Penulis adalah Praktisi Pengobatan Herbal / Alternatif. Tinggal di rt 13/ rw o7,Sawo,Dukun,Gresik-61155. Data Diri Penulis secara lengkap bisa dilihat di Tentang Kami. Kontak penulis di no.hp: +6285850960090 atau via email ke: powerman.tiknan@gmail.com

Sabtu, Februari 02, 2013

LENTERA HIDUP, JALAN LURUS

Murid : Terangkan kepadaku bagaimana aku mencari lentera untuk menerangi hidupku wahai Guru ? 

Guru : Tidak tahukah kamu bahwa Dia Sang Maha Pencipta telah menanamkan dua ‘jalan’ dalam dirimu ? Yang satu jalan kefasikan yang satu lagi jalan ketakwaan. Jalan Lurus adalah jalan ketakwaan, jalan pulang, jalan kembali, jalan hidup namun sekaligus juga jalan mati sakjeroning urip, mati dalam hidup. Mati dalam hidup, hidup dalam mati, yang mati apanya yang hidup apanya itu yang perlu kamu gandoli, kamu ketahui dan kamu pegang. Itulah lentera hidupmu.


Jalan Lurus ini ditanamkan-Nya dalam dirimu berasal dari alam al-’amr-Nya, alam perintah-Nya langsung. Dialah Ar-Ruh yang adalah ‘Ar -Ruh min Ruhi’-Nya. Ar-Ruh ini ditiupkan kedalam dirimu. Dia tidak mengalami tidur dan lupa. Tanpa bisa berbohong. Bahkan kelak dipengadilan pamungkas kamupun tidak bisa berkompromi dengannya. Dialah sumber bashirohmu, rasa jati sejatining rasamu. 

Sekali lagi, dia bukan bagian dari dunia ini. Dia berasal dari alam Al Amr-Nya. Apapun yang kau lakukan baik dijagamu maupun tidurmu dia menyaksikan. Bukankah tiap kau berbohong dia selalu mengingatkanmu. Bukankah tiap kau mengajaknya kompromi selalu dia tolak ? Bahkan terlalu sering akalmu mencari pembenaran terhadap kedustaanmu namun dia selalu menegormu. Sayang seribu sayang kau selalu mengacuhkan tegorannya. Karena itu dengarkan dia. Jadikan dia sahabat terdekatmu. Jadikan dia guru sejatimu. Karena sejatinya dia adalah aku dan aku adalah dia. Tempatkan kesadaranmu padanya. Maka kau akan senantiasa bisa berada di jalan lurus.

0 comments:

RELATED POST

TERIMAKASIH

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kiranya Allah memberkati Anda