PENULIS mengucapkan Selamat Datang serta Salam Sejahtera bagi pembaca sekalian yang budiman. Mari kita temukan solusi atas berbagai problem dalam kehidupan ini menuju hidup yang sukses, mulia, sehat, berkecukupan namun terhormat. Blog ini berisi pengalaman, pemikiran, perenungan / kontemplasi penulis sebagai hasil dari interaksi dengan para sahabat, para guru, para klien maupun hasil dari 'pembacaan' alam sebagai wujud 'ayat-ayatNya'. Semoga blog ini bermanfaat

TENTANG PENULIS

Foto saya
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Penulis adalah Praktisi Pengobatan Herbal / Alternatif. Tinggal di rt 13/ rw o7,Sawo,Dukun,Gresik-61155. Data Diri Penulis secara lengkap bisa dilihat di Tentang Kami. Kontak penulis di no.hp: +6285850960090 atau via email ke: powerman.tiknan@gmail.com

Sabtu, Maret 05, 2016

Sikap Ketika Roda Kehidupan Sedang Di Bawah

Sesuai prinsip atau rumus kehidupan yaitu apa yang kita percayai - apa yang menjadi prasangka kita - maka itu yang terjadi, maka hati-hati ketika merasakan roda kehidupan seakan - akan sedang ada di bawah. Jangan sampi kegalauan hati menimbulkan prasangka bahwa Allah 'sedang menguji kita' sehingga Dia berperilaku menjadi 'tidak bermurah lagi alias pelit' kepada kita. Sekali - kali jangan ada terbesit prasangka demikian. Bukan masalah apa - apa, hanya takutnya  jika sampai berprasangka demikian maka justru hal itu yang menjadi kenyataan yang kita rasakan terjadi dalam hidup kita. Ingat prinsip ilahiyah ini :"Aku Allah mengikuti prasangka hambaKu".

Karena itu justru ketika merasakan roda kehidupan ada di bawah, misalnya hasil pekerjaan kurang dari yang kita harapkan, keuangan mengalami penurunan pemasukan sedang kebutuhan meningkat atau sedang ada problem rumah tangga, maka selayaknya kita justru meningkatkan kesadaran diri yang jati bahwa saat itu Allah sedang mempersiapkan segala hal yang akan lebih baik lagi keadannya. Ingat prinsip roda, jika sudah terletak di bawah, pasti babak berikutnya roda itu akan menaik ke atas kembali. Itulah sunah (lumrah, kebiasaan) kehidupan.

Berpikir positif itu kuncinya. Sadarilah bahwa Yang Maha Kuasa senantiasa berlaku kasih dan sayang kepada kita. Jadikan hal itu bukan lagi hanya keyakinan semata, tetapi 'lihat dan saksikan sendiri' bahwa hal itu adalah fakta. Sekali lagi fakta dan faktual.. Dalam bahasa agama disebut bahwa keyakinan yang sudah menaik menjadi seakan - akan meyaksikan sendiri bahwa itu fakta, faktual, bukan lagi asumsi keyakinan semata, maka hal tersebut disebut keyakinan yang sudah 'ainul yaqin.

Justru ketika kehidupan kita lagi terasa ada di bawah, maka saksikan bahwa Dia Maha Menolong. Bahwa Dia Maha Mengabulkan harapan dan do'a. Bahwa Dia Maha Pemurah, Maha Pemberi rejeki tak terhingga. Dan jika kita sudah bisa bersaksi demikian maka pertolongan-Nya insya Allah sungguh dekat. Karena apa yang kita persaksikan - apa yang menjadi prasangka kita- itulah yang akan diijabah oleh-Nya. Amiin.

0 comments:

RELATED POST

TERIMAKASIH

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kiranya Allah memberkati Anda