PENULIS mengucapkan Selamat Datang serta Salam Sejahtera bagi pembaca sekalian yang budiman. Mari kita temukan solusi atas berbagai problem dalam kehidupan ini menuju hidup yang sukses, mulia, sehat, berkecukupan namun terhormat. Blog ini berisi pengalaman, pemikiran, perenungan / kontemplasi penulis sebagai hasil dari interaksi dengan para sahabat, para guru, para klien maupun hasil dari 'pembacaan' alam sebagai wujud 'ayat-ayatNya'. Semoga blog ini bermanfaat

TENTANG PENULIS

Foto saya
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Penulis adalah Praktisi Pengobatan Herbal / Alternatif. Tinggal di rt 13/ rw o7,Sawo,Dukun,Gresik-61155. Data Diri Penulis secara lengkap bisa dilihat di Tentang Kami. Kontak penulis di no.hp: +6285850960090 atau via email ke: powerman.tiknan@gmail.com

Minggu, Mei 21, 2017

ANTARA CAKRA MANGGILINGAN DAN HUKUM KARMA

Salah satu ujaran dalam falsafah Jawa dikenal dengan istilah CAKRA MANGGILINGAN. Cakra artinya lingkaran atau sesuatu yang serupa roda. Cakra, dalam khasanah pewayangan dikenal sebagai senjata sakti Sri Kresna sebagai titisan Dewa Wisnu. Sedangkan manggilingan berarti berputar. Maka bahasa ringkasnya jaman sekarang adalah "kehidupan ibarat roda berputar".

Sedangkan KARMA adalah hukum alam yang mempunyai pengertian 'Sebab - akibat'. Ada kawan yang membantah pendapat penulis demikian, kan dalam ajaran Islam tidak ada istilah hukum karma ?. Saya jawab, ya memang tidak kita temukan istilah karma dalam khasanah agama Islam. Tetapi menurut pendapat penulis, secara esensi makna karma itu ada. Misalnya dalam keterangan bahwa sekecil apapun kebaikan yang kita buat pasti akan ada balasannya (sebagai akibatnya ) dan begitu juga sebaliknya (QS. 99 Al Zalzalah : 7 - 8 ). Hanya saja dalam konsep Islam, jika seseorang bertaubat dan mohon ampunan atas kejahatan yang telah dilakukan maka Allah Maha Pengampun. Ampunan Allah itulah yang menghapus 'akibat' (siksa dalam segala bentuknya sebagai akibat dari sebab perbuatan jahat tersebut).

Karena itu, hai sahabat semua. Pandanglah sesamamu di kiri kananmu. Lihatlah dengan cermat. Suatu hari kau tidak akan menyangka menjadi apa kamu dan menjadi apa mereka. Boleh jadi teman atau tetangga yang selalu kau hina suatu hari menjadi orang penting di lingkunganmu atau bahkan negaramu, atau menjadi orang super kaya, atau menjadi orang 'alim dan lain sebagainya, Atau orang yang kau sanjung-sanjung, suatu hari bisa jadi kehidupannya akan berubah.

Juga hati-hati terhadap perilaku kita terhadap sesama makluk. Apapun alasannya jika kita membuka aib orang, suatu saat cakra manggilingan akan mengenai kita, aib kita yang akan terbuka lebih dahsyat dan menjijikkkan. Jika kita berusaha mencelakakan orang, maka suatu saat kita juga akan lebih celaka lagi. Jika kita mendorong orang baik-baik untuk dipenjara maka suatu saat penjara akan menanti kita. Hanya saja jika semua sudah terlanjur, marilah bertobat supaya azab sebagai bagian dari cakra manggilingan-nya karma tidak ditimpakan kepada kita semata-mata karena ampunan-Nya.

Salam, Tiknan Tasmaun.

0 comments:

RELATED POST

TERIMAKASIH

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kiranya Allah memberkati Anda