Langsung ke konten utama

Akhir Yang Indah - Khusnul Khotimah

"Barang siapa yang akhir kata-katanya (dikala menjelang kematiannya) adalah kalimat lailaha ilallah, tiada Tuhan melainkan Allah, maka dia masuk surga" (al hadis).

Kisah ini saya tulis untuk mengenang almarhum Eyangku yang tersayang. Nama beliau Mbah Soedjono bin Sadam. Beliau meninggal dunia sudah lama sekali, tepatnya pada awal 1994. Ada sesuatu yang menjadi kenangan indah dalam hidupku. Kenangan itu adalah ketika aku menungguinya dikala beliau menghadapi sakaratul maut.

Dengan beratnya beliau menanggung sakaratul maut, namun kusaksikan beliau dengan lancar dan menggetarkan beliau mengucapkan kalimat kesaksian akan Tuhannya dan Nabi panutannya. "La ila ha ila llah, Muhammadarasulullah", itulah kalimat yang meluncur dari mulut beliau tanpa dituntun oleh siapapun. Aku yakin, beliau mampu selancar itu mengucap kalimat thoyibah karena dituntun Rabbnya.

Anehnya, terus terang aku bercerita, bahwa dalam hidupnya sehari-hari beliau bukanlah 'santri'. Beliau tergolong 'abangan'. Baca bismillahpun tidak 'teteh' (fasih). Sholat ? Saya tidak pernah lihat. Namun beliau sering bilang ke aku, "Mbah ini juga sembahyang ". Soal keyakinnnya ? Wow jangan ditanya. Kalau beliau meyakini sesuatu, keyakinannya sangat dalam, yakin sampai haqul yakin. Keyakinannya kepada 'Sing nggawe urip' (Yang Memberi Hidup), keyakinan akan Nur Muhammad, keyakinan akan hukum timbal balik (siksa dan pahala) dan keyakinan akan kekuatan kasih sayang. Keyakinan-keyakinan itu seakan melekat, seolah-olah nampak di depan matanya.

Anehnya lagi sebulan menjelang beliau wafat, beliau seakan-akan tahu akan datangnya kematiannya. Beliau berpesan kepadaku bahwa satu bulan lagi aku disuru kenduri selamatan. Kurang sebelas hari terhadap hari H kematiannya beliau secara terus terang mengatakan bahwa beliau ingin berpuasa karena akan 'pulang'. Kurang empat hari menjelang hari H kematiannya, sekali lagi beliau mengatakan dengan terus terang bahwa empat hari lagi beliau akan 'pulang', jangan ditangisi. Tepat empat hari kemudian beliau betul-betul wafat dengan membawa kalimat thoyibah. Semoga kepergiannya betul-betul dalam keadaan khusnul khotimah.

Dalam hidupnya beliau hanya bekerja sebagai petani sambil memelihara lembu. Disamping itu beliau juga menolong orang. Kalau ada orang sakit beliau sebisa-bisanya menolong mengobati dengan ramu-ramuan dan doa tanpa mengharap imbalan. Apalagi waktu itu tenaga medis di kampung memang tidak ada. Tengah malam butapun jika diperlukan orang maka beliau akan berangkat.

Kuakhiri tulisan ini dengan segenggam doa semoga segala kebaikan 'Panjenenganipun' diterima Allah, segala khilaf dan dosa diampuniNya dan dialam 'sana' senantiasa mendapat 'rejeki' dan rahmatNya, amiin ya Rabbal 'alamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

Tips Cara Mengolah Bekatul Menjadi Makanan Suplemen Kesehatan

Anda tahu bekatul kan ? Nggak tahu...sungguh terlalu !!! Ya, bekatul adalah limbah beras. Gabah yang digiling akan menghasilkan limbah berupa sekam dan bekatul. Ada yang menyebut dedak halus. Biasanya bekatul sekedar jadi pakan ternak, sapi, ayam, itik misalnya. Nah, kali ini jadikan pakan ternak itu makanan suplemen kesehatan yang murah meriah. Saya telah lama mempraktekkan hal ini. Sebagai praktisi pengobatan alternatif saya menyarankan tiap pasien saya untuk mengkonsumsi bekatul. Hasilnya sungguh menggembirakan. Bekatul sangat bermanfaat untuk memulihkan kesehatan bagi orang yang habis operasi, habis sakit, untuk membantu kesembuhan penderita kencing manis dan masih banyak lagi manfaatnya. Adapun cara pengolahannya yang sederhana sangatlah mudah. Bekatul bisa Anda buat menjadi panganan, jajan, biskuit, bubur dan sereal. Untuk pengolahan menjadi sereal ada dua macam yaitu sereal bekatul murni dan sereal campuran. Khusus untuk penyembuhan penyakit, terutama bagi Anda yang menderit...

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...

Tentang SERAT WIRID HIDAYAT JATI

Selayang Pandang, Buku (kitab) Serat Wirid Hidayat Jati adalah buku yang ditulis oleh R.Ng. Ronggo Warsito (Kiyahi Ageng Burhan). Penulis tidak mendapatkan buku aslinya, namun penulis mendapat warisan buku tulisan tangan dari Almarhum Kakek. Menurut penuturan beliau, beliau sendirilah yang menyalin tulisan tersebut dari buku aslinya yang tertulis dalam aksara Jawa ke dalam tulisan beraksara Latin. Pada pembukaan (Kata Pengantar) buku tersebut, tertulis nama Raja Solo, Pangeran R. Soewono Sosro Mangkoe Negoro Sambernyowo (Gerak III). Jadi mungkin Ronggo Warsito menulis buku tersebut atas perintah Ingkang Sinuhun atau menulis buku tersebut untuk dipersembahkan kepada Beliau. Berikut adalah kata pengantar dalam buku tersebut : "Bahosi Kawungan : Sintento ingkang kerso maos serat puniko, menawi dereng tampi wedaran saking Murtito Mawaskito Tunggal, ing panyuwun kulo mugi kersoho nahan adrenging kerso kanti sumeleh ing penggalih. Sampun ngantos kawahos. Inggih namung bongso wirid...

CARA MEMBUAT JAMU "KUAT LELAKI"

Apabila Anda merasa badan Anda terasa lesu kurang bergairah maka Anda dapat membuat jamu alami pembangkit tenaga dan stamina. Adapun caranya demikian : BAHAN -BAHAN YANG DIPERLUKAN : telor ayam kampung 3 butir teh 2 ons gula batu secukupya Cara pembuatannya demikian : rebuslah teh tersebut atau cukup rendam degan air panas satu setengah gelas kemdian saringlah air tersebut, masukkan telor yang ada kedalam air teh tersebut dan aduklah, tambahkan gula batu secukupnya dan aduk hingga rata, minumlah ramuan tersebut. Baca artikel tentang Jamu Pria berikutnya di RESEP JAMU SEHAT DAN PERKASA BAGI PRIA Ramuan ini efektif bagi Anda yang tidak sedang mengalami penyakit kencing manis maupun angguan fungsi seksual atau ereksi. Bagi Anda penderita kencing manis temukan solusinya di ayosembuhdansehat.blogspot.com . Sedangkan bagi Anda yang mengalami gangguan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, silahkan klik di minyaktelor.com Wassalam, Tiknan Tasmaun