PENULIS mengucapkan Selamat Datang serta Salam Sejahtera bagi pembaca sekalian yang budiman. Mari kita temukan solusi atas berbagai problem dalam kehidupan ini menuju hidup yang sukses, mulia, sehat, berkecukupan namun terhormat. Blog ini berisi pengalaman, pemikiran, perenungan / kontemplasi penulis sebagai hasil dari interaksi dengan para sahabat, para guru, para klien maupun hasil dari 'pembacaan' alam sebagai wujud 'ayat-ayatNya'. Semoga blog ini bermanfaat

TENTANG PENULIS

Foto saya
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Penulis adalah Praktisi Pengobatan Herbal / Alternatif. Tinggal di rt 13/ rw o7,Sawo,Dukun,Gresik-61155. Data Diri Penulis secara lengkap bisa dilihat di Tentang Kami. Kontak penulis di no.hp: +6285850960090 atau via email ke: powerman.tiknan@gmail.com

Sabtu, Maret 20, 2010

Alam Bawah Sadar ? ( serial Mind Power )

Menurut ahli psikologi tingkat kesadan berfikir ada dua macam, yaitu alam pikiran sadar dan alam pikiran bawah sadar. Namun menurut pendapat penulis ada satu lagi yang lebih dalam yaitu alam rasa yang dalam Quran disebut bashiroh dan orang jawa mengatakan alam 'roso jati'.

PIKIRAN SADAR yaitu cara kita berpikir yang bisa kita runut secara logis. Sedangkan alam bawah sadar merujuk kepada bagian dari jiwa di mana proses mental berfungsi tanpa kesadaran normal. Artinya gagasan atau buah pemikiran yang didapat dari alam bawah sadar terhasi tanpa didahului oleh adanya proses berfikir akal / rasio / logika kita. Dengan kata lain ide yang muncul dari alam bawah sadar itu prosesnya ‘ujug-ujug’ bisa muncul begitu saja dan justru dari sini hidup Anda akan dicorakkan.

Pernahkan anda merasa sudah tahu lebih dulu apa yang menjadi jawaban atas suatu kejadian sebelum rasio/logika anda melakukan analisa ? Jika pernah, berarti alam bawah sadar anda sedang bekerja. Bekerjanya alam bawah sadar tentu saja terpisah dari bekerjanya alam/pikiran sadar. Sehingga terkadang anda heran sendiri, manakala menyadari keputusan spontan anda ternyata benar dan tepat padahal tanpa melibatkan analisa rasio anda lebih dulu. Hal itu terjadi karena alam bawah sadar anda merupakan bentuk kesadaran tinggi yang tidak disadari oleh rasio/alam sadar anda.

Kecepatan dan kemampuan analisanya jutaan kali lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan rasio/logika alam pikiran sadar anda sendiri. Alam bawah sadar sudah memuat data-data yang telah diolah menjadi bahan jadi. Sewaktu-waktu diperlukan, dalam kondisi rilek, konsentrasi, hening. Kesadaran alam pikiran bawah sadar, ditandai dengan ide-ide yang inspiratif. Bila kita terbiasa mengolah keseimbangan antara alam sadar dan bawah sadar, kita akan mampu berfikir jernih, cepat, tepat, akurat walau dalam keadaan tertekan dan genting.

Namun perlu diketahui bahwa memori yang ada dalam alam bawah sadar kita berasal dari pikiran dan keyakinan kita sehari-hari. Apa yang Anda pikirkan dan percaya akan direkam oleh alam bawah sadar Anda. Hal ini dilakukan terus menerus. Setiap pikiran yang Anda pelihara secara teratur akan mencorakkan alam bawah sadar Anda yang selanjutnya akan mencorakkan baik atau buruk hidup Anda.

Kekuatan alam bawah sadar Anda bagaikan tanah yang subur yang menumbuhkan benih apapun yang ditanam di dalamnya yang selanjutnya akan berbuah. Kebiasaan Anda berikir dan keyakinan Anda itulah benih yang sedang Anda taburkan dan akhirnya akan menghasilkan panen. Jika Anda menanam rumput liar Anda akan mendapatkan rumput liar, jika Anda menanam buah, Anda akan mendapatkan buah. Dengan kata lain, Anda menuai apa yang Anda tabur. Pikiran sadar adalah ibarat tukang kebunnya sedangkan alam bawah sadar adalah ladangnya.

Sayangnya, sebagian besar dari kita tidak kurang memerhatikan tentang undang-undang ini sehingga kita telah membiarkan semua jenis benih, baik maupun buruk, untuk masuk ke alam bawah sadar kita.. Pikiran itu serupa dengan mata air ia tidak dapat mengeluarkan air tawar dan asin sekaligus dalam waktu yang sama. Demikian pula halnya dengan pikiran, tidak bisa berpikir negatif dan positif pada saat yang sama. Satu akan mengalahkan yang lain.

Alam Bashiroh.

Bahkan manusia itu di dalam dirinya ada bashiroh( = ada yang tau atau menjadi saksi atas dirinya sendiri). ( Al Qiyamah 14 )

Di dalam diri manusia ada yang selalu tahu, yaitu Sang Aku. Yaitu Roh manusia yang menjadi saksi atas segala apa yang dilakukan dirinya. Ia mengetahui kebohongan dirinya , kemunafikan, rasa angkuhnya, dan rasa kebencian hatinya. Karena itu sang roh disebut min Amri rabbi – selalu mendapatkan intruksi-instruksi Tuhan-Ku. Mengapa demikian, – karena ia tidak pernah mengikuti kehendak nafsunya dan tidak pernah menyetujuinya tanpa kompromi sedikitpun. Ialah disebut fitrah yang suci, dan fitrah manusia selalu seiring dengan fitrah Allah (QS. Ar Rum:30).

Alam ini dinamakan alam bashiroh atau alam ‘rasa’. Alam ini lebih dalam, lebih tinggi lagi dari pada alam bawah sadar. Alam ini tidak terpengaruh pemikiran maupun perasaan kita sehari-hari. Ia bebas nilai namun justru sumber nilai. Sering orang menyebut alam ini dengan intuisi atau inspirasi. Namun sejatinya tidak sama persis. Karena inspirasi maupun intuisi bisa saja mincul dari alam bawah sadar kita yang terpengaruh pemikiran dan emosi kita sehari-hari. Yang lebih tepat adalah alam ilham tempat Allah menyusupkan petunjuk dan hidayahnya. Dalam bahasa sehari-hari disebut hati nurani atau kata hati.

Jenis Gelombang Otak

Konon berdasarkan penelitian melalui alat yang dinamakan Electro-encepalograph dan perangkat eletronis pengukur kinerja otak lainnya, pada dasarnya otak memiliki 4 Fase Gelombang yaitu Bheta, Alpha, Theta, dan Delta.

Gelombang Otak Dalam Tataran Pikiran Sadar :

1. Gelombang Otak Bheta.

Fase gelombang otak pada frekuensi 12 – 40 Hz/Second. Di saat mana anda sedang sangat aktif seperti mengobrol, mengerjakan sesuatu, gugup/gelisah atau keadaan aktif lainnya. Beta sangat diperlukan jika kita harus memikirkan beberapa hal sekaligus, tapi tidak jika kita ingin menyerap informasi secara cepat.

2. Gelombang Otak Alpha.

Fase gelombang otak pada frekuensi 12-8 Hz/Second. Fase otak penuh kreatifitas, di mana otak dalam keadaan yang lebih rileks. Fase ini sangat baik untuk belajar, menyerap informasi, melakukan terapi, mempercepat proses penyembuhan, meningkatkan kekebalan tubuh, juga mengurangi stress mental-emosional dan fisik. Sering disebut sebagai keadaan Meditasi Dasar. Fase alpha merupakan jembatan antara kesadaran bheta dengan theta. Pada saat semedi/meditasi Anda dapat menangkap sinyal-sinyal akurat yang dipancarkan oleh kesadaran theta.

Gelombang Otak Dalam Tataran Alam Bawah Sadar :

Gelombang Otak Theta.

Fase gelombang otak pada frekuensi 8-4 Hz/Second. Fase gelombang otak yang lebih dalam, yaitu saat anda meditasi atau trance. Fase ini sangat bagus untuk proses auto-sugesti/auto-hypnosis. Pada fase inilah mimpi terjadi, sehingga dengan teknolgi yang mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh mimpi “Extra-Sensory Perception” atau biasa disebut kewaskitaan/wangsit. Melalui fase ini anda dapat menemukan jawaban yang tepat atas suatu permasalahan yang rumit dan berat. Dapat mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, tanpa harus susah payah melakukan penelitian dan pengumpulan data terlebih dulu.

Gelombang Otak pada tataran Alam Bashroh :

Gelombang Otak Delta.

Fase gelombang otak pada frekuensi 4-0,1Hz/Second. Delta merupakan fase gelombang otak yang terakhir dan paling dalam. Keadaan ini diperoleh saat anda tidur nyenyak atau keadaan koma. Dengan mampu mengontrol fase ini, anda dapat memperoleh kondisi tidur yang nyenyak dan berkualitas. Dengan teknik tertentu, fase ini dapat menghubungkan theta Anda dengan Energi Kesadaran Astral yang diberikan Tuhan. Melalui fase ini pulalah anda dapat mewujudkan energi pikiran menjadi materi. Bahkan dapat weruh sadurunge winarah.

Pengaruh Prasangka Yang Baik

“Aku Allah menuruti prasangka hambaku”, (hadis qudsi).

Hakekat dari auto sugesti, meditasi dan latihan-latihan motivasi adalah untuk mencapai prasangka yang baik terhadap Allah dan terhadap kehidupan ini. Sukur-sukur tidak hanya prasangka namun bisa meningkat menjadi keyakinan. Sekeras apapun ikhtiar Anda jika Anda pesimis terhadap usaha Anda sendiri maka tidak akan memberi hasil yang memuaskan. Apalagi jika Anda pesimis atau berburuk sangka kepada Allah dan kehidupan yang dianugerahkanNya.

Perlu diperhatikan adalah ketika Anda sedang membentuk prasangka dan keyakinan Anda terhadap suatu usaha, jangan sekali-kali pikiran dan perasaan Anda mengatakan “akan” berhasil. Namun katakan, pikirkan, rasakan dan yakinkan bahwa Anda “sudah dan terus-menerus sedang” mengalami proses keberhasilan itu. Apapun itu yang menjadi keinginan dan usaha Anda.

Kesimpulannya adalah bahwa kekuatan pikiran sadar, alam bawah sadar dan bashiroh (alam rasa ) bekerja sama dalam membentuk realitas diri Anda. Mari kita gunakan kesemuanya secara paralel dalam kehidupan ini untuk mencapai kesuksesan.

Wassalam,

0 comments:

RELATED POST

TERIMAKASIH

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kiranya Allah memberkati Anda