PENULIS mengucapkan Selamat Datang serta Salam Sejahtera bagi pembaca sekalian yang budiman. Mari kita temukan solusi atas berbagai problem dalam kehidupan ini menuju hidup yang sukses, mulia, sehat, berkecukupan namun terhormat. Blog ini berisi pengalaman, pemikiran, perenungan / kontemplasi penulis sebagai hasil dari interaksi dengan para sahabat, para guru, para klien maupun hasil dari 'pembacaan' alam sebagai wujud 'ayat-ayatNya'. Semoga blog ini bermanfaat

TENTANG PENULIS

Foto saya
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Penulis adalah Praktisi Pengobatan Herbal / Alternatif. Tinggal di rt 13/ rw o7,Sawo,Dukun,Gresik-61155. Data Diri Penulis secara lengkap bisa dilihat di Tentang Kami. Kontak penulis di no.hp: +6285850960090 atau via email ke: powerman.tiknan@gmail.com

Selasa, Maret 02, 2010

MANTRA DAN SELF-MOTIVATION : seri motivasi, mind power

Kali ini penulis ingin mengulas mengenai mantra dan hubungannya dengan motivasi diri. Ada dua macam mantra yang berkembang di nusantara ini jika ditinjau dari segi lafal bahasanya. Yang satu adalah mantra yang bisa dimengerti arti dari lafal bacaannya. Sedang yang lainnya adalah mantra yang tidak bisa dimengerti arti bacaannya. Dalam hal ini yang kita bicarakan adalah mantra yang bisa dimengerti arti bacaannya.

Terlepas dari masalah gaib yang memang sangat inheren dengan mantra, maka mantra jenis ini bisa dipahami juga sebagai kalimat afirmatif untuk mensugesti diri atau self-motivastion. Sehingga jika dilakukan secara berulang-ulang akan menimbulkan efek keyakinan pada alam bawah sadar.
Jika sudah betul-betul masuk terekam dalam alam bawah sadar maka akan mampu menimbulkan kekuatan methafisik atau supranatural yang hebat yang sering disebut sebagai inner-power atau inner-energy.

Berikut adaah contoh mantra tentang keselamatan atau yang sering disebut sebagai mantra lembu sekilan.
"Kun anitahake wesi purasani,
kuma putih dumadine menungsa,
he wesi purasani ojo parek sang kumo putih sak cengkang adohe"

Arti bebasnya kira-kira demikian : Kun, Allah menciptakan besi purasani, air mani putih asal kejadian jasad manusia, wahai segala besi purasani janganlah mendekatiku sejengkal jarakmu.

Buankah mantra diatas menjadi kalimat afirmatif keada alam bawah sadar kita bahwa dengan ijin dan atas kehendak-Nya kita menjadi yakin akan selamat dari bahaya besi, dalam hal ini maksudnya senjata tajam.

Contoh berikut adalah mantra pengasihan atau pelet :

"Sun matek ajiku kembang pulutan,
tak pulutake jabang bayine si fulan bin fulan,
sido kumantil kantil atine arang aku,
teko welas teko asih marang aku"

Arti bebasnya demikian : Aku memasang ajian bunga pemikat, aku pikat si fulan anak dari fulan itu, jadilah dia tergila-gila padaku, jadilah sayang dan cinta kepadaku.

Itu juga kalimat afirmatif kepada alam bawah sadar. Sedangkan alam bawah sadar manusia itu berhubungan satu sama lain tak ubahnya hubungan antar komputer dalam jaringan internet ini. Tentu jika kalimat afirmatif tersebut, yaitu mantra tsb, diamalkan dngan keyakinan yang kuat disertai konsentrasi yang tinggi maka bio-energi kita akan mampu mempengaruhi perasaan orang yang dituju.

Karena itu para pakar motivasi menempatkan self-sugesti sebagai bagian penting dari methode pembangkitan motivasi. Beragam cara dipakai dalam membangkitkan keyakinan bawa sadar ini. Ada yang memakai cara meditasi, kotemplasi dan juga pengucapan kalimat afirmatif berulang kali yang ditujukan kepada dirinya sendiri. Pengucapan kalimat afirmatif berulang kali inilah yang ada kemiripan dengan ritual pembacaan mantra.

Ditinjau dari sistem keyakinan hal ini sangat masuk akal. Coba perhatikan salah satu patuah Nabi Besar Muhammad saw tentang perlunya keyakinan ketika seseorang berdoa. Beliau menyuruh umatnya supaya mempunyai keyakinan yang tinggi ketika sedang berdoa memohon hajad kepada Allahbahwa hajadnya akan dikabulkan. Jangan sampai ragu sedikitpun karena jika ada keraguan maka itu diibaratkan seperti buih di lautan, nampak besar namun jika disapu ombak dia dalam sekejap akan hilang.

Kembali tentang ritual pengucapan mantra yang diulang-ulang. Hal ini efeknya sama dengan pengucapan kalimat afirmatif yang juga biasanya dilakukan dengan cara berulang-ulang untuk mensugesti diri. Sebenarnya ha ini juga bisa ditafsirkan sebagai pengucapan kalimat kesaksian.

Akhirnya marilah kita coba buat ‘mantra’ sendiri, mantra yang saintis, logis dan modern. Ketika Anda akan berdoa dan ketika selesai berdoa keada Tuhan coba sugesti diri Anda sendiri dengan kalimat afirmatif. Misalnya Anda berdoa mohon rejeki. Ucapkan kalimat kesaksian yang afirmatif, misalnya demikian : “Allah Maha Pemurah…..Allah pemberi rejeki……pasti Allah memberi rejeki kepadaku.” Ucapkan berulang-ulang sampai Anda yakin seyakin yakinnya, tiada terselip lagi keraguan.

Jika betul bahwa kalimat afirmatif tersebut masuk kedalam pikiran bawah sadar Anda pasti efeknya sangat besar bagi Anda dan juga bagi kinerja Anda. Silahkan mencoba.

Sekian dulu artikel ini,kiranya menambah wawasan kita tentang pentingnya motivasi diri atau self-sugestion.

Wassalam.

0 comments:

RELATED POST

TERIMAKASIH

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kiranya Allah memberkati Anda