Langsung ke konten utama

MENGGAPAI BAHAGIA, MUNGKINKAH ?

Bahagia adalah soal 'rasa', soal perasaan. Umumnya manusia akan merasa bahagia apabila mendapatkan apa yang diinginkannya. Dalam istilah lain sering disebut hidup yang sukses. Antara lain sehat, berkecukupan, dan tercapai citra-citanya.

Bayangkan jika anda berkeinginan punya rumah sendiri. Ketika cita-cita tersebut tercapai maka alangkah bahagianya anda. Begitu juga ketika anda berkeinginan punya motor, mobil, atau apapun lainnya. Ketika keinginan anda itu tercapai maka rasa kebahagiaan tersebut memenuhi dada anda.

Namun, rasa bahagia tersebut biasanya tidak berkepanjangan. Karena sudah sifat manusia, keinginan tiada terbatas, selalu bertambah, sementara kemampuan terbatas. Maka silih bergantilah 'rasa' susah dan senang, sedih dan bahagia menghampiri jiwa manusia. Dan hal tersebut sangat lumrah sekali. Sangat manusiawi sekali. Lalu, mungkinkah bisa manusia itu mencapai kebahagiaan yang langgeng, yang kekal, yang tiada berubah ?

Pertanyaan tersebut sekilah mendapat jawaban 'tidak mungkin' ketika kita hidup di dunia, karena memang dunia tempat 'kesusahan'. Namun tunggu dulu. Mari kita merenung. Bukankah rasa bahagia itu jika kita mendapatkan apa-apa yang kita inginkan. Nah, bertolak dari premis tersebut maka sangat mungkin manusia hidup bahagia yang hakiki jika yang diinginkannya dan ditemukannya itu adalah 'sesuatu' yang hakiki juga.

Bukan berarti manusia tidak bisa bahagia dengan uang yang dimilikinya, walau uang itu sifatnya tidak hakiki. Namun dengan kesadaran bahwa uang adalah bentuk manifestasi dari 'rejeki', sedangkan rejeki adalah bersifat hakiki dari Sang Pemberi Rejeki (Ar-Rozaq), maka kita bisa bahagia dengan uang itu. Bukan uangnya secara bendawi, tetapi kesadaran bahwa uang sebagai wujud rejeki Tuhan maka ia adalah manifestari sifat Rahmah-Nya dan sifat kedermawan-Nya. Begitu juga dengan anugerah yang lain-lainnya.

Namun hal tersebut akan mampu meningkat menjadi pencapaian yang hakiki jika kesadaran kita kita naikkan kepada Dia Yang Maha Pemberi tersebut. Jika cita-cita dan keinginan kita adalah ingin 'berjumpa' dengan-Nya dan berusaha membut-Nya senang (ridlo) maka betapa bahagianya juga kita jika cita-cita dan keinginan tersebut tercapai. Dan, jika hal tersebut tercapai maka kebahagian jenis yang ini tak akan lekang oleh waktu dan keadaan. Mengapa ? Karena sasaran cita-cita dan keinginan kita tersebut adalah Dia Yang Tiada Berubah, Kekal dan Tiada Terpengaruh oleh tempat dan waktu.

Dengan mendapatkan Dia dengan segala  'rasa suka-Nya', kerelaan-Nya, ridlo-Nya dan kasih sayang-Nya, itu sudah menjadi kebahagiaan yang tiada tara dan tiada akan berakhir. Padahal Dia adalah pemilik segala sesuatu. Maha kaya raya. Maha berkuasa. Tentu segala-gala yang kita perlukan juga akan dikasihkan oleh-Nya karena sifat Rahmah-Nya. Sifat belas kasihan-Nya yang tiada terbatas. Apapun yang kita pinta dan Dia beri tiada mengurangi sedikitpun kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Salam, Tiknan Tasmaun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

Tips Cara Mengolah Bekatul Menjadi Makanan Suplemen Kesehatan

Anda tahu bekatul kan ? Nggak tahu...sungguh terlalu !!! Ya, bekatul adalah limbah beras. Gabah yang digiling akan menghasilkan limbah berupa sekam dan bekatul. Ada yang menyebut dedak halus. Biasanya bekatul sekedar jadi pakan ternak, sapi, ayam, itik misalnya. Nah, kali ini jadikan pakan ternak itu makanan suplemen kesehatan yang murah meriah. Saya telah lama mempraktekkan hal ini. Sebagai praktisi pengobatan alternatif saya menyarankan tiap pasien saya untuk mengkonsumsi bekatul. Hasilnya sungguh menggembirakan. Bekatul sangat bermanfaat untuk memulihkan kesehatan bagi orang yang habis operasi, habis sakit, untuk membantu kesembuhan penderita kencing manis dan masih banyak lagi manfaatnya. Adapun cara pengolahannya yang sederhana sangatlah mudah. Bekatul bisa Anda buat menjadi panganan, jajan, biskuit, bubur dan sereal. Untuk pengolahan menjadi sereal ada dua macam yaitu sereal bekatul murni dan sereal campuran. Khusus untuk penyembuhan penyakit, terutama bagi Anda yang menderit...

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...

CARA MEMBUAT JAMU "KUAT LELAKI"

Apabila Anda merasa badan Anda terasa lesu kurang bergairah maka Anda dapat membuat jamu alami pembangkit tenaga dan stamina. Adapun caranya demikian : BAHAN -BAHAN YANG DIPERLUKAN : telor ayam kampung 3 butir teh 2 ons gula batu secukupya Cara pembuatannya demikian : rebuslah teh tersebut atau cukup rendam degan air panas satu setengah gelas kemdian saringlah air tersebut, masukkan telor yang ada kedalam air teh tersebut dan aduklah, tambahkan gula batu secukupnya dan aduk hingga rata, minumlah ramuan tersebut. Baca artikel tentang Jamu Pria berikutnya di RESEP JAMU SEHAT DAN PERKASA BAGI PRIA Ramuan ini efektif bagi Anda yang tidak sedang mengalami penyakit kencing manis maupun angguan fungsi seksual atau ereksi. Bagi Anda penderita kencing manis temukan solusinya di ayosembuhdansehat.blogspot.com . Sedangkan bagi Anda yang mengalami gangguan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, silahkan klik di minyaktelor.com Wassalam, Tiknan Tasmaun

Tentang SERAT WIRID HIDAYAT JATI

Selayang Pandang, Buku (kitab) Serat Wirid Hidayat Jati adalah buku yang ditulis oleh R.Ng. Ronggo Warsito (Kiyahi Ageng Burhan). Penulis tidak mendapatkan buku aslinya, namun penulis mendapat warisan buku tulisan tangan dari Almarhum Kakek. Menurut penuturan beliau, beliau sendirilah yang menyalin tulisan tersebut dari buku aslinya yang tertulis dalam aksara Jawa ke dalam tulisan beraksara Latin. Pada pembukaan (Kata Pengantar) buku tersebut, tertulis nama Raja Solo, Pangeran R. Soewono Sosro Mangkoe Negoro Sambernyowo (Gerak III). Jadi mungkin Ronggo Warsito menulis buku tersebut atas perintah Ingkang Sinuhun atau menulis buku tersebut untuk dipersembahkan kepada Beliau. Berikut adalah kata pengantar dalam buku tersebut : "Bahosi Kawungan : Sintento ingkang kerso maos serat puniko, menawi dereng tampi wedaran saking Murtito Mawaskito Tunggal, ing panyuwun kulo mugi kersoho nahan adrenging kerso kanti sumeleh ing penggalih. Sampun ngantos kawahos. Inggih namung bongso wirid...