PENULIS mengucapkan Selamat Datang serta Salam Sejahtera bagi pembaca sekalian yang budiman. Mari kita temukan solusi atas berbagai problem dalam kehidupan ini menuju hidup yang sukses, mulia, sehat, berkecukupan namun terhormat. Blog ini berisi pengalaman, pemikiran, perenungan / kontemplasi penulis sebagai hasil dari interaksi dengan para sahabat, para guru, para klien maupun hasil dari 'pembacaan' alam sebagai wujud 'ayat-ayatNya'. Semoga blog ini bermanfaat

TENTANG PENULIS

Foto saya
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Penulis adalah Praktisi Pengobatan Herbal / Alternatif. Tinggal di rt 13/ rw o7,Sawo,Dukun,Gresik-61155. Data Diri Penulis secara lengkap bisa dilihat di Tentang Kami. Kontak penulis di no.hp: +6285850960090 atau via email ke: powerman.tiknan@gmail.com

Senin, Desember 20, 2010

GUS DUR : Pembangunan Makamnya Ditolak Keluarga


REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA-"Yenny Wahid Tolak Pembangunan Makam Gus Dur"

-Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid menolak pembangunan makam ayahandanya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. "Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Pemerintah, kami atas nama keluarga sudah memutuskan tidak setuju makam Gus Dur dibangun," kata Yenny saat dihubungi dari Surabaya, Senin (20/12).
Menurut dia, biarkan saja makam mantan Presiden RI itu seperti makam-makam keluarga besar PP Tebuireng lainnya dan makam ulama NU pada umumnya. "Kami sudah menyampaikan keputusan keluarga ini kepada Pak Agung Laksono (Menko Kesra). Kalau untuk pembangunan infrastruktur dalam mendukung pembangunan objek wisata religi, kami mempersilakan, tapi kalau makam, jangan," tegasnya sekali lagi.
Ia beralasan pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan fasilitas pendukung lainnya sangat dibutuhkan oleh para peziarah. "Hanya saja, saya mengingatkan agar penggunaan APBN dan APBD untuk pembangunan infrastruktur dilakukan secara transparan karena hal ini menyangkut nama besar Gus Dur," katanya.
Ia pun tidak tahu dan pihak keluarga tidak ingin mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur di sekitar makam Gus Dur. Terkait dengan belum ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional, menurut Yenny, pihak keluarga tidak mempersoalkannya. Apalagi, pihak
Kementerian Sosial sudah mengajukan permohonan maaf terkait tertundanya pemberian gelar pahlawan nasional. "Pemerintah sudah meminta maaf karena untuk memberikan gelar pahlawan kepada Gus Dur tahun ini tidak memungkinkan. Namun, pemerintah sudah menyatakan Gus Dur sangat layak mendapatkan gelar itu," katanya. Yenny juga mengatakan "Toh, masyarakat dari semua lapisan sudah menganggap Gus Dur sebagai pahlawan." katanya.

0 comments:

RELATED POST

TERIMAKASIH

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kiranya Allah memberkati Anda