PENULIS mengucapkan Selamat Datang serta Salam Sejahtera bagi pembaca sekalian yang budiman. Mari kita temukan solusi atas berbagai problem dalam kehidupan ini menuju hidup yang sukses, mulia, sehat, berkecukupan namun terhormat. Blog ini berisi pengalaman, pemikiran, perenungan / kontemplasi penulis sebagai hasil dari interaksi dengan para sahabat, para guru, para klien maupun hasil dari 'pembacaan' alam sebagai wujud 'ayat-ayatNya'. Semoga blog ini bermanfaat

TENTANG PENULIS

Foto saya
Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Penulis adalah Praktisi Pengobatan Herbal / Alternatif. Tinggal di rt 13/ rw o7,Sawo,Dukun,Gresik-61155. Data Diri Penulis secara lengkap bisa dilihat di Tentang Kami. Kontak penulis di no.hp: +6285850960090 atau via email ke: powerman.tiknan@gmail.com

Selasa, Oktober 08, 2013

A I U : Aku Iki Uwong

Aku Iki Uwong = Aku Ini Manusia.

Alkisah, berikut adalah percakapan pengajaran antara kyai sepuh dengan muridnya.

Murid : Kyai, ajari murid makna huruf Alif.

Kyai : Begini anakku. Jika huruf Alif sandangi atas maka dia berbunyi 'a'. Jika digaris bawah maka berbunyi 'i'. Dan jika dikasih dzoma maka dia berbunyi 'u'. Jika dirangkai bunyinya 'a-i-u, Aku Iki Uwong'. Aku ini manusia.                                      

Murid : Kalau begitu murid ini bukan manusia.

Kyai : Baru calon manusia, belum manusia. Kalau kamu ingin jadi manusia maka kamu harus memanusiakan -ngewongno- manusia lain. Maknanya, perlakukan orang lain seperti apa yang kamu ingin diperlakukan oleh orang lain. Sebaliknya, jangan perlakukan apapun terhadap orang lain jika perlakuan itu tidak ingin tertimpa kepadamu.

Jika kamu merasa sakit jika dicubit orang, maka jangan mencubit orang lain. Jika kamu ingin dihormati orang lain maka hormati orang lain lebih dulu. Itulah memanusiakan orang lain. Jika kamu sudah bisa memanusiakan orang lain maka saat itulah kamu telah menjadi manusia.

Murid : Ada lagi Kyai ?

Kyai : Setelah kamu bisa memanusiakan orang  lain maka selanjutnya adalah 'eling Kang Gawe Uwong' , ingat kepada Sang Pencipta Manusia.

Murid : Terangkan kepada murid yang bodoh ini tentang Yang Maha Pencipta sekalian titah ini, Kyai.

Kyai : 
Dia itu Gusti kang parek tan senggolan, lembut tan jinumput, Kang asipat welas asih tur ngudaneni sabarang kalir. Dia Maha Dekat namun tak tersentuh, Maha Lembut tanpa bisa diraba, mempunyai sifat Maha belas kasih dan Maha Mengetahui segala sesuatu.

Maka ingatlah akan Dia selalu dengan cara melayani sesamamu manusia, memanusiakan manusia lain. Itulah 'A_I_U' aku ini uwong, aku ini manusia. Bisa terlaksana menjadi manusia dengan cara memanusiakan manusia lain dan menghamba kepada Sang Pencipta Manusia.

0 comments:

RELATED POST

TERIMAKASIH

Terimakasih atas kunjungan Anda. Kiranya Allah memberkati Anda