Langsung ke konten utama

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?"

Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri

Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air.

Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan yang berasal dari unsur alam tersebut diproses dalam diri manusia laki-laki menjadi air mani. Sedangkan pada manusia perempuan diproses menjadi sel telor.

Dari pertemuan antara air mani lelaki dan sel telor wanita itulah kemudian berubah menjadi tubuh jabang bayi. Semua proses itu adalah terjadi karena kekuasaan dan kehendak Tuhan.

Bayi tumbuh menjadi dewasa dan tua kemudian mati. Bahkan perkara mati ini ada yang mati waktu bayi, waktu remaja maupun sudah tua. Itu terserah pada 'jangka-Nya' terhadap masing-masing individu. Ketika mausia mati maka tubuhnya ditinggalkan di alam dunia ini lagi. Bagi yang beragana Islam maka jasadnya dikubur dalam tanah.

Dengan berlalunya waktu maka jasad dalam tanah akan hancur, kecuali orang-orang khusus yang ditakdirkan Allah untuk jasadnya tetap utuh. Bagi yang jasadnya hancur akhirnya akan menjadi sari pati tanah lagi. Saripati tanah dihisap lagi oleh tetumbuhan menjadi saripati makanan. Saripati makanan dimakan manusia lagi yang kemudian berproses menjadi air mani lagi bagi pria dan sel telor bagi wanita. Ketika terjadi pertemuan air mani dan sel telor, dengan kuasa-Nya terciptalah jabang bayi lagi.

Hal tersebut akan terjadi terus dalam alam semesta sampai pada batas waktu yang ditetapkan-Nya. Itu akan menjadi 'cokromanggilingan' berputar terus sesuai dengan hukum alam. Itu jasmanimu.

Murid : "Bagaimana dengan unsur rohaniku wahai Guru ?"

Guru : "Unsur rohanimu ada beberapa pelengkap. Karena secara ruhani, disana ada Dirimu yang sejati yang juga dilengkapi akal dan nafsu. Hal yang terpenting adalah "Si Manusia-nya" itu. Yaitu dirimu yang sejati itu".

Murid : "Yang manakah yang 'Diri Saya' itu guru ?"

Guru : "Jangan bodoh dan samar. Kamu yang sebenarnya adalah kamu yang 'merasa' bisa melihat, mendengar dan merasa - merasa yang lainnya. Kamu adalah kamu yang bisa bermimpi kala tidurmu. Kamu adalah yang 'merasa' dan yang bisa 'menyadari' akan kesadaranmu sendiri. Jadi kamu yang sejati adalah yang mempunyai kesadaran itu. Kamu adalah kamu yang sadar atas dirimu.

Ingat ketika kamu tidur satu 'turon' (tempat tidur) dengan istrimu. Kemudian kamu bermimpi dikejar anjing. Kamu lari kecapekan. Kamu digigit anjing dan kamu menjerit. Tiba-tiba kamu bangun. Kamu marah-marah sama istrimu, kenapa dia tidak menolong kamu. Ya jelas kamu ditertawai sama istrimu. Lha wong istrimu tidak tahu kalau kamu digigit anjing kok, bagaimana cara dia menolongmu. Menurut istrimu, setahunya kamu malah tidur lelap.

Nah yang tidur lelap adalah ragamu. Sedang yang merasakan sakit digigit anjing waktu kamu mimpi itulah dirimu yang sebenarnya. Karena itulah kesadaranmu.

Sekali lagi, kesadaranmu itulah hakekat dirimu. Nah, kesadaranmu sehari-hari itu lebih banyak dimana.  Apakah pada keinginan-keinginan atau nafsumu. Atau pada akalmu semata yang kadang justru bisa akal-akalan,mengakali, mencari pembenar sendiri. Atau justru bisa bertempat pada sang Ruh. Sedangkan Ruh itu adalah wilayah al 'amr Tuhan. Asal dari alam 'perintah'-Nya."

Murid :"Bukankah memang Ruh itu milik-Nya dan selalu dalam genggaman-Nya. Ketika orang tidur Ruh ditahan-Nya kemudian 'dilepas' lagi ketika si manusia bangun. Dan bagi si mati Ruh itu tetap dalam genggaman-Nya. Berarti kan secara otomatis manusia pasti bisa kembali pulang, Guru ?"

Guru :"Nah ini dia ketemunya. Memang Ruh itu dalam kekuasan-Nya. Bahkan bukan Ruh saja, tetapi apapun juga dalam 'genggaman'-Nya. Tetapi kesadaranmulah yang menentukan. Jika kesadaranmu dibelenggu nafsu maka kesadaranmu juga gak bisa ikut 'pulang'. Karena 'pulang' itu tidak usah menunggu ketika kamu mati. Kamu bisa mati sakjeroning urip, mati di dalam hidup. Jadi jalan pulang itu adalah jalan yang mulai ditapaki sejak sekarang. Sejak kamu ada di dunia gumebyar ini.

Sejak sekarang kamu sudah diseru untuk pulang. Untuk senantiasa kembali kepada-Nya. "....Irji'i ila Robiki...." kembalilah kepada Robb-mu, kepada ilah-mu, kepada Yang Maha ADA yang Mengadakan-mu."

Murid : "Lalu sangunya (modalnya) apa dan apa yang dijadikan gandolan (pegangan) ?"

Guru : "Sangunya rasa rela atau senang. Rela kepada siapa ? Ya rela atau senang kepada-Nya. Rindu dan cinta akan Dia. Rela dan senang untuk kembali kepada-Nya. Dan pegangannya adalah kita bersandar welas asih-Nya (bersandar pada sifat Rohman dan Rohiim -Nya). Karena memang itu adalah sifat dari pakerti-Nya (af'al-Nya).

Kalau sudah begitu, tinggal kamu 'bersedia dipakai oleh-Nya' untuk menebarkan kasih sayang kepada alam. Meneruskan misi Sang Nabi Panutan, rahmatan lil 'alamin. Memayu hayuning buwono.

Karena itu ada sebagian orang yang menyebut pengetahuan tentang hal ini dengan penyebutan ilmu sangkan paran. Ada lagi yang mengidentikkan dengan ilmu 'inna lillahi wa inna ilaihi rojii'un. Ada lagi yang menamakan dengan ilmu sastro jendro hayuningrat pangruwating diyu.

Sastro adalah ilmu, jendro adalah adiluhung, hayuning adalah membangun dan rat adalah jagad. Jadi maknanya ilmu untuk membangun jagad. Jagad siapa, ya jagadnya si manusianya itu sendiri. Pangruwat artinya perbaikan atau pemulihan. Diyu bermaksud raksasa. Ngruwat atau memperbaiki raksasanya siapa ? Ya raksasanya si manusia itu sendiri.

Ingat, dalam hatimu itulah semuanya berada. Ada malaikat. Ada widodari. Ada widodoro. Ada jin setan priprayangan gendruwo ilu-ilu banaspati engklek waru doyong. Hatimu adalah jagadmu. Harus dibangun. Dibersihkan. Diruwat. Kalau sudah duruwat dan sudah bisa 'jalan pulang' maka biarkan DIA yang Maha Welas Asih yang bertahta di hatimu. Ingat - ingat ini : langit tidak akan cukup luas untuk Dia, bumi juga terlalu sempit untuk-Nya. Namun hati 'manusia al-kamil' bisa menjadi 'tahta'-Nya.

By: Tiknan Tasmaun

Komentar

  1. keren - kren banget deh ceritanya

    BalasHapus
  2. Buat @ borescope dan @ timbangan, terimakasih karena sudi mampir sekaligus ngasih komentar.

    BalasHapus
  3. Bagus sekali pak..
    Keren..
    Terharu,Termotivasi sekali..
    Sangkan Paraning Dumadi dilogikan seperti itu..
    Sangat Mudah Dicerna,,tidak membuat bingung..
    RAHAYU!

    BalasHapus
  4. matur nuwun awit wewarah ipun mugi2 kula saged menepaken- salam tono jokja)

    BalasHapus
  5. @mas Tono : amiin, trims sama-sama

    BalasHapus
  6. Banyak mayat yang masih utuh sampai ribuan tahun, akhirnya menyusut dan menjadi makhluk seperti siluman, contohnya jenglot dan bathara karang.

    BalasHapus
  7. Subhanallah... Sepertinya ilmu hakekat dijabarkan dengan gamblang di sini... Jazakumullahu katsiran

    BalasHapus
  8. Berhasil menggeser arah pandang saya!terima kasih!

    BalasHapus
  9. Wah macem cerita wayang siip lah

    BalasHapus
  10. @aditya : silahkan Pak di share (namun mohon dengan kerendahan hati kiranya sudi tetap mencantumkan link tulisan ini), trims

    BalasHapus
  11. nama nya juga cerita, paten lah itu, tapi kalau untuk memperbaiki akidah bukan lah sekedar dari cerita, tapi dari sumber nya yang benar

    BalasHapus
  12. alhamdulilah akhirnya kesadaranku tahu semoga bermanfaat lur..rahayu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

CARA MEMBUAT JAMU "KUAT LELAKI"

Apabila Anda merasa badan Anda terasa lesu kurang bergairah maka Anda dapat membuat jamu alami pembangkit tenaga dan stamina. Adapun caranya demikian : BAHAN -BAHAN YANG DIPERLUKAN : telor ayam kampung 3 butir teh 2 ons gula batu secukupya Cara pembuatannya demikian : rebuslah teh tersebut atau cukup rendam degan air panas satu setengah gelas kemdian saringlah air tersebut, masukkan telor yang ada kedalam air teh tersebut dan aduklah, tambahkan gula batu secukupnya dan aduk hingga rata, minumlah ramuan tersebut. Baca artikel tentang Jamu Pria berikutnya di RESEP JAMU SEHAT DAN PERKASA BAGI PRIA Ramuan ini efektif bagi Anda yang tidak sedang mengalami penyakit kencing manis maupun angguan fungsi seksual atau ereksi. Bagi Anda penderita kencing manis temukan solusinya di ayosembuhdansehat.blogspot.com . Sedangkan bagi Anda yang mengalami gangguan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, silahkan klik di minyaktelor.com Wassalam, Tiknan Tasmaun

Tips Cara Mengolah Bekatul Menjadi Makanan Suplemen Kesehatan

Anda tahu bekatul kan ? Nggak tahu...sungguh terlalu !!! Ya, bekatul adalah limbah beras. Gabah yang digiling akan menghasilkan limbah berupa sekam dan bekatul. Ada yang menyebut dedak halus. Biasanya bekatul sekedar jadi pakan ternak, sapi, ayam, itik misalnya. Nah, kali ini jadikan pakan ternak itu makanan suplemen kesehatan yang murah meriah. Saya telah lama mempraktekkan hal ini. Sebagai praktisi pengobatan alternatif saya menyarankan tiap pasien saya untuk mengkonsumsi bekatul. Hasilnya sungguh menggembirakan. Bekatul sangat bermanfaat untuk memulihkan kesehatan bagi orang yang habis operasi, habis sakit, untuk membantu kesembuhan penderita kencing manis dan masih banyak lagi manfaatnya. Adapun cara pengolahannya yang sederhana sangatlah mudah. Bekatul bisa Anda buat menjadi panganan, jajan, biskuit, bubur dan sereal. Untuk pengolahan menjadi sereal ada dua macam yaitu sereal bekatul murni dan sereal campuran. Khusus untuk penyembuhan penyakit, terutama bagi Anda yang menderit...

Tentang SERAT WIRID HIDAYAT JATI

Selayang Pandang, Buku (kitab) Serat Wirid Hidayat Jati adalah buku yang ditulis oleh R.Ng. Ronggo Warsito (Kiyahi Ageng Burhan). Penulis tidak mendapatkan buku aslinya, namun penulis mendapat warisan buku tulisan tangan dari Almarhum Kakek. Menurut penuturan beliau, beliau sendirilah yang menyalin tulisan tersebut dari buku aslinya yang tertulis dalam aksara Jawa ke dalam tulisan beraksara Latin. Pada pembukaan (Kata Pengantar) buku tersebut, tertulis nama Raja Solo, Pangeran R. Soewono Sosro Mangkoe Negoro Sambernyowo (Gerak III). Jadi mungkin Ronggo Warsito menulis buku tersebut atas perintah Ingkang Sinuhun atau menulis buku tersebut untuk dipersembahkan kepada Beliau. Berikut adalah kata pengantar dalam buku tersebut : "Bahosi Kawungan : Sintento ingkang kerso maos serat puniko, menawi dereng tampi wedaran saking Murtito Mawaskito Tunggal, ing panyuwun kulo mugi kersoho nahan adrenging kerso kanti sumeleh ing penggalih. Sampun ngantos kawahos. Inggih namung bongso wirid...

Manunggaling Kawulo-Gusti

 Membicarakan Konsep Manunggaling Kawulo-Gusti ini bagaikan membicarakan seks. Seks adalah halal dan pasti benar jika dilakukan oleh orang yang telah berhak melakukannya. Seks benar jika dilakukan dan dibicarakan oleh pasangan suami istri. Namun seks menjadi tidak benar jika dibicarakan apalagi dilakukan oleh anak-anak. Bukan seks-nya yang salah, tetapi pelakunya yang salah. Tema tentang Konsep Manunggaling Kawulo-Gusti (MKG) atau manunggalnya hamba dengan Tuhan ini adalah konsep yang sudah lama sekali dalam sejarah keagamaan, khususnya Islam. Ada yang menyebut bahwa konsep ini adalah pengejawantahan dari konsep aliran Wahdatul Wujud. Saya sendiri kurang tahu tentang wahdatul wujud jadi tidak hendak mengomentari konsep kepercayaan tersebut. Tentang konsep Manunggaling Kawulo-Gusti inipun saya tidak tahu apakah konsep saya sama persis dengan konsep para tokoh yang dianggap pelopor ajaran MKG ini, misalnya Kanjeng Waliyullah Syeh Siti Jenar atau misalnya dengan Kiyahi Burhan alias Ra...