Penulis tidak hendak membahas 'pengertian iman' dari segi ilmu kalam maupun falsafah. Tetapi yang ingin penulis sampaikan adalah analogi iman dalam kehidupan sehari-hari. Karena pengertian dan praktek 'iman' menurut yang selama ini dipahami penulis adalah rasa percaya, yakin, mempercayai Tuhan dengan segenap 'pengkhabaran' dari Rasul-Nya (Utusan-Nya sebagai penyampai risalah-Nya) baik berupa Firman-Nya (Kitab Suci) maupun contoh-contoh pelaksanaan praktek oleh Nabi Sang Utusan tersebut (al-hadist), serta mempercayakan hidup, penghidupan dan kehidupan kepada-Nya. Dari analogi contoh kehidupan sehari-hari, maka nantinya bisa diambil pelajaran bahwa sebenarnya untuk menjadi beriman ternyata sama mudahnya dengan menjadi 'tidak beriman' (alias kufur, ingkar). Mari kita memperhatikan analogi kejadian - kejadian berikut : Bila kita sakit kemudian pergi ke dokter untuk berobat, bukankah kita meyakini bahwa si dokter, sesuai dengan kode etik profesinya, akan berl...
"Menuju hidup sukses dan mulia", Tentang Kehidupan, Motivasi, Methafisika, Falsafah Hidup, Sosial Budaya Dan Sastra