Ada seorang pemuda. Tiap hari pekerjaannya mencari jalan supaya bisa mati. Baginya kehidupan ini begitu gelap. Suram, kelam dan hitam. Pernah dia bunuh diri dengan cara minum racun namun ketahuan keluarganya kemudian dilarikan ke rumah sakit sehingga nyawanya tertolong, tidak jadi mati. Pernah juga dia terjun ke sungai, namun lagi-lagi ada orang yang menolong sehinga tidak jadi mati. Pernah juga dia bunuh diri dengan menggantungkan diri, eh belum-belum sudah ketahuan orang sehingga tidak jadi bunuh diri. Baginya mencari mati saja begitu sulitnya. Sedangkan untuk terus hidup dia merasa tersiksa. Apapun yang dilihatnya, baginya semua menyesakkan dadanya. Melihat orang tua, katanya orang tua yang kolot. Memandang tetangga, katanya tetangga pada ‘nggak bener’ semua. Kawan ? Ah tidak ada kawan yang sejati. Pacar ? Boro-boro. Yang dulu saja berhianat melulu. Suatu hari pemuda ini menjumpai kawan lamanya. Dia menceritakan keluh kesahnya. Dia katakan mengapa Tuhan tidak berlaku adil kepadany...
"Menuju hidup sukses dan mulia", Tentang Kehidupan, Motivasi, Methafisika, Falsafah Hidup, Sosial Budaya Dan Sastra