Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

PUASA : SUDAH BERHASIL ATAU SIA - SIA ?

Yang penulis bicarakan di sini bukanlah dalam hal apakah puasa kita diterima Allah atau tidak. Karena mengenai diterima atau ditolaknya amalan anak Adam hanya mutlak hak prerogratif Allah AWT, Tuhan seru sekalian alam. Yang penulis maksudkan adalah, apakah puasa kita ini sudah ada efektifitasnya terhadap peningkatan kerohanian kita. Apakah kepekaan sosial kita sudah menjadi lebih meningkat atau justru menurun. Apakah nurani kita menjadi lebih terasah atau justru tenggelam oleh nafsu makan minum saat berbuka sebagai 'akibat dendam lapar dan haus' seharian suntuk. Ataukah puasa kita ini, jangan-jangan seperti yang diperingatkan Kanjeng Nabi SAW,  hanya mendapat lapar dan haus belaka. Kita melihat dari pekabaran di berbagai hikayat, bahwa sudah menjadi kelaziman bagi para nabi, rasul, wali, dan orang suci menjalani 'laku tirakat' berupa puasa dengan versi masing-masing. Mereka melakukan ini untuk mencapai peningkatan kualitas kerohanian mereka. Kanjeng Nabi Muhammad SAW se...

BERKAH SELAMATAN : TERBEBAS DARI FITNAH DAN PENJARA

Berikut adalah kisah nyata yang bisa menjadi iktibar bersama. Bukan bermaksud mempromosikan adat budaya Jawa. Namun hanya ingin mengetengahkan pengalaman hidup anak manusia yang ternyata dari sana diperoleh pelajaran tentang nilai kearifan lokal, doa dan pengharapan serta ikhtiar. Juga sekaligus merupakan sekilas potret buram anak negeri yang mengalami kegetiran akibat ekses peristiwa tahun enam lima yang pilu. Anda tahu bahwa pada zaman itu lagi hebat-hebatnya konflik kepartaian. Tak lama kemudian ( tahun 1965) terjadi peristiwa hitam dalam sejarah republik yaitu peristiwa gestapu. Nah, setelah berganti rezim dari Bung Karno kepada Pak Harto maka ada pembersihan besar-besaran terhadap salah satu partai yang dianggap menjadi dalang peristiwa tersebut. Ternyata dalam sejarahnya momen ini banyak disalahgunakan atau dimanfaatkan oleh orang yang mempunyai dendam pribadi terhapap musuh-musuhnya. Salah satu yang menjadi korban adalah sesorang yang, sebut saja namanya Pak Mat. Dia s...

RONGGOWARSITO : ULAMA DAN PUJANGGA JAWA

Nama Raden Hangabehi Ronggowarsito tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa. Namun amat sedikit yang mengetahui baik sejarah hidupnya maupun hasil karya-karyanya. Beliau hanya banyak dikenal sebagai Pujangga Jawa dan Pandito Jawa, dengan karya futuristiknya : "Serat Kalatida" dengan "Jaman Edan"-nya. Sisi - sisi yang lainnya,- misalnya sebagai ulama Islam, pengarang kitab tasawuf, pejuang Islam dengan mendirikan madrasah misalnya-, jarang diketahui generasi masa kini. Beliau adalah Raden Burhan, seorang dari 'trah ningrat' kraton Solo. Raden Burhan ini adalah cucu seorang tumenggung keraton Solo. Ketika masa kecilnya, beliau menimba ilmu di sebuah pesantren di Ponorogo. Tepatnya di pesantren yang diasuh oleh Mbah Kiyahi Hasan Bashori, yang terkenal di masyarakat setempat dengan nama Mbah Kasan Besari, karena versi lidah Jawa. Dalam perjalanannya mencari ilmu ternyata dia ini termasuk golongan anak yang kurang cerdas sekaligus bisa dikatakan bengal. ...

CARA MENEMUKAN HARI DAN PASARAN

Postingan kali ini  akan membicarakan cara menemukan Hari dan Pasaran dalam suatu kalender. Misalnya jika kita ingin menemukan pada hari dan pasaran apa kita dilahirkan ( weton ), misalnya. 1. Mula-mula bagilah tahun yang Anda cari tersebut dengan angka 140 kemudian hitung sisanya. Jika angka tahun tersebut habis dibagi 140 maka anggap sisa nol tersebut sama dengan sisa 140. Mengapa dibagi dengan angka 140 ? Karena hari dan pasaran dalam kalender tahun masehi akan tepat berulang kembali polanya dalam siklus 140 tahunan. Jika sudah mengetahui sisa angkanya maka bisa dilihat KODE  "TH dan TP "   pada tabel di bawah ini ( TABEL A ) TABEL A ( KODE TAHUN ) TABLE A. KODE TAHUN TAHUN KODE TAHUN Kode (sisa tahun dibagi 140) TH - TP (Sisa tahun dibagi 140) TH - TP 1 1-3 73 7-1 2 2-3 74 1-1 3 3-3 75 2-1 Kabisat 4 4-3 Kabisat 76 ...

KAKANG KAWAH ADI ARI-ARI : Wujud Nyata Pemeliharaan Tuhan

"Milik Allah-lah segala 'tentara' baik di langit maupun di bumi" Dalam filosofi Jawa dikenal dengan istilah 'sedulur papat limo pancer, sing lahir bareng sedino lan sing ora bareng sedino, KAKANG KAWAH ADI ARI-ARI' ( saudara yang empat, kelima tengah / pancer / senter, saudara yang lahir bersamaan sehari dan yang tidak bersamaan sehari, KANDA KAWAH /=ketuban, ADIK ARI-ARI = plasenta). Siapa mereka dan apa hubungannya dengan kehidupan manusia ? Dalam filosofi tersebut, manusia mengakui sebagai bagian dari makhluk yang ada dalam alam semesta. Baik yang lahir ke dunia ini bersamaan yaitu ketuban (kawah), plasenta (ari-ari), tali pusat (puser), darah dan pancer yaitu diri manusia beserta seluruh perangkat yang menyertainya. Semua adalah saudara manusia itu. Begitu juga semua makhluk lain yang adanya tidak bersamaan dengan kelahiranya, baik di angkasa,  di semua penjuru mata angin di bumi, benda hidup, benda mati, yang nyata maupun yang gaib semua diakui seba...

HUKUM ALAM = SUNATULLAH = HUKUM TUHAN

Dalam kehidupan ini Allah menentukan pola-pola kejadian alami yang rapi dan terulang secara teratur. Seperti peredaran bulan mulai dari bulan sabit menjadi purnama hingga kembali bulan sabit lagi. Matahari beredar dalam lingkung edarnya, manzilahnya sendiri. Dan demikanlah disebut 'ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Pandai'. Jika kita perhatikan ternyata ada rumus-rumus dalam kehidupan ini yang polanya bisa dikatakan beraturan sehingga bisa disebut hukum ‘pasti’ walaupun dalam batasan yang relatif. Karena bagaimanapun yang “MUTLAK” hanya Dia YANG MAHA MUTLAK saja. Hukum-hukum alam yang berpola teratur tersebut kemudian disebut hukum alam. Secara lengkapnya maka macam-macam jenis hukum di alam semesta ini bisa dikategorikan dalam beberapa hal. Antara lain hukum akal, hukum ‘kebiasaan’ atau hukum alam, hukum moral, hukum syariat (agama) dan hukum yang sengaja diciptakan suatu komunitas atau negara secara tertulis yang biasa disebut hukum negara atau undang-undang. Masing-m...