Ada ungkapan mengatakan, siapa menabur angin akan menui badai. Itu adalah hukum alam. Hukum alam sinonim dengan hukum Tuhan. Dalam bahasa lain disebut hukum karma. Bagi yang tak setuju disebut hukum karma maka bisa diterima sebagai hukum 'ganjaran' yaitu 'becik ketitik, olo ketoro' yang artinya yang baik akan nampak demikian yang tak baikpun akan nampak. Siapa Menabur, Dia Menuai. Tuhan tidak akan menzalimi manusia sedikitpun. Perbuatan baik walau sekecil zarro (noktah, titik, semut pudak) maka akan dibalas demikian pula perbuatan jahat setitikpun akan dibalas. Itu mekanisme alamiah hukum Tuhan baik di dunia ini apa lagi di hari perhiutungan kelak. Untungnya, Allah lebih mendahulukan kasih sayang-Nya (Rahmat-Nya) sehingga bagi pendosa dan pelaku perbuatan jahat jika mau minta ampun dengan tulus maka akan diampuni dan terbebas dari 'karma' hukuman perbuatan tersebut. Siapa Menabur, Dia Menuai Menjadi masalah adalah bagi kita para pelaku perbuatan jahat yang ta...
"Menuju hidup sukses dan mulia", Tentang Kehidupan, Motivasi, Methafisika, Falsafah Hidup, Sosial Budaya Dan Sastra