Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

ANTARA CAKRA MANGGILINGAN DAN HUKUM KARMA

Salah satu ujaran dalam falsafah Jawa dikenal dengan istilah CAKRA MANGGILINGAN. Cakra artinya lingkaran atau sesuatu yang serupa roda. Cakra, dalam khasanah pewayangan dikenal sebagai senjata sakti Sri Kresna sebagai titisan Dewa Wisnu. Sedangkan manggilingan berarti berputar. Maka bahasa ringkasnya jaman sekarang adalah "kehidupan ibarat roda berputar". Sedangkan KARMA adalah hukum alam yang mempunyai pengertian 'Sebab - akibat'. Ada kawan yang membantah pendapat penulis demikian, kan dalam ajaran Islam tidak ada istilah hukum karma ?. Saya jawab, ya memang tidak kita temukan istilah karma dalam khasanah agama Islam. Tetapi menurut pendapat penulis, secara esensi makna karma itu ada. Misalnya dalam keterangan bahwa sekecil apapun kebaikan yang kita buat pasti akan ada balasannya (sebagai akibatnya ) dan begitu juga sebaliknya (QS. 99 Al Zalzalah : 7 - 8 ). Hanya saja dalam konsep Islam, jika seseorang bertaubat dan mohon ampunan atas kejahatan yang telah dila...

MAWAS DIRI : Sikap Terbaik Ketika Susah

Kehidupan ibarat roda berputar, kata pepatah. Ada kalanya di atas, ada kalanya di bawah. Ketika kita bergembira, banyak-banyaklah berterimakasih kepada Allah. Karena hanya sebab kemurahan-Nya semata maka Anda bisa bahagia. Bagaimana sikap terbaik waktu susah ? Mawas diri jawabannya. Susahpun banyak macamnya. Ada yang mengalami kesusahan karena sesuatu yang memang pantas untuk merasa susah, namun juga ada yang merasa susah karena memang 'salah' sudut pandangnya terhadap problem yang dihadapinya. Apapun itu, maka sikap mawas diri-lah yang terbaik. Mawas diri adalah menghitung diri sendiri, kelemahan, kesalahan, kesombongan diri, dan masih banyak lagi. Ketika berdoa kepada Allah, cobalah berdoa dengan doa mawas diri, misalnya dengan doa yang isinya kurang lebih demikian : " Ya Allah, tiada Tuhan  selain Engkau, Engkau Maha Benar, apapun takdir-Mu selalu benar, keadaan susah ini adalah akibat ulah-salahku sendiri." Ketika kita mawas diri kemudian tahu batasan diri s...