Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

Manunggaling Kawulo-Gusti

 Membicarakan Konsep Manunggaling Kawulo-Gusti ini bagaikan membicarakan seks. Seks adalah halal dan pasti benar jika dilakukan oleh orang yang telah berhak melakukannya. Seks benar jika dilakukan dan dibicarakan oleh pasangan suami istri. Namun seks menjadi tidak benar jika dibicarakan apalagi dilakukan oleh anak-anak. Bukan seks-nya yang salah, tetapi pelakunya yang salah. Tema tentang Konsep Manunggaling Kawulo-Gusti (MKG) atau manunggalnya hamba dengan Tuhan ini adalah konsep yang sudah lama sekali dalam sejarah keagamaan, khususnya Islam. Ada yang menyebut bahwa konsep ini adalah pengejawantahan dari konsep aliran Wahdatul Wujud. Saya sendiri kurang tahu tentang wahdatul wujud jadi tidak hendak mengomentari konsep kepercayaan tersebut. Tentang konsep Manunggaling Kawulo-Gusti inipun saya tidak tahu apakah konsep saya sama persis dengan konsep para tokoh yang dianggap pelopor ajaran MKG ini, misalnya Kanjeng Waliyullah Syeh Siti Jenar atau misalnya dengan Kiyahi Burhan alias Ra...

BERDOA : MENDIKTE TUHAN ATAU MEMOHON ?

    "Ya selama ini berarti ada kesalahan praktek dalam berdoa. Seberapa sering kita berdoa dengan cara seakan-akan mendikte Tuhan, bukannya memohon atau mengemis belas kasihan-Nya. Bahkan seharusnya kita merasa 'tak layak' untuk mengeluh. Hatta untuk memintapun 'tak layak'. Karena banyak cacat cela yang telah kita perbuat. Hanya karena kasih dan kemurahan-Nya (birohmati wa bi fadlillahi) saja kita memohon kepada-Nya. Memohon dan tentu dengan berserah diri. Bahkan mempercayakan diri seutuhnya kepada - Nya karena memang Dia adalah Sang Maha Pengasih Penyayang" Penulis teringat kepada salah seorang Kyai yang dari dulu maupun sampai sekarang, walau beliau sudah berpulang ke rahmatullah, senantiasa terasa dekat di hati. Nama beliau K.H. Bey Sadad tinggal di Surabaya. Suatu hari penulis 'sowan' kepada beliau. Tujuan penulis adalah memohon petua serta petunjuk kiranya permasalahan yang dialami penulis segera mendapat jalan keluar. "Kyai, ijinkan saya ber...