Di masyarakat kita pada umumnya masih sangat menjunjung tinggi keperawanan. Diyakini secara mithos bahwa keperawanan seseorang ditandai dengan keluarnya darah perawan saat pertamakali melakukan coitus , yaitu pada malam pertama pengantin. Lalu bagaiman dengan sesorang yang karena hymennya robek karena kecelakaan atau karena olah raga, yang tentu saja sudah tak akan mengeluarkan darah lagi saat malam pertama, apakah dia dianggap sudah tidak perawan ? Tentu saja tidak demikian bukan ? Masalahnya biasanya si suami – karena mithos tadi- lalu menganggap istrinya sudah tidak suci lagi. Belum lagi bagi para perempuan korban kejahatan seksual, mereka kehilangan keperawanan bukan karena ‘maunya’, tetapi karena paksaan. Tentu dalam hal ini sebanding dengan kehilangan keperawanan yang disebabkan kecelakaan. Karena itu para lelaki haruslah arif dalam menyikapi hal ini. Hata, sekalipun bagi perempuan yang sudah tidak gadis lagi karena ‘keterlanjuran’ dengan pacarnya, misalnya, ba...
"Menuju hidup sukses dan mulia", Tentang Kehidupan, Motivasi, Methafisika, Falsafah Hidup, Sosial Budaya Dan Sastra