Menutup aib diri sendiri atau aib orang lain adalah tindakan yang terpuji baik dari sisi agama maupun sosio-psikologis. Mengapa demikian ? Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. Semulia apapun seorang manusia biasa jaman sekarang di mata masyarakat, pasti secara pribadi dia tetap punya cacat, cela dan aib. Hanya saja aib tersebut ditutupi Allah untuk memuliakan hamba tersebut. Karena itulah maka hal menutup aib diri maupun orang lain itu adalah perkara yang mulia. Menutup Aib Diri Allah berfirman yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan aib orang lain; dan janganlah kamu mengumpat sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima toba...
"Menuju hidup sukses dan mulia", Tentang Kehidupan, Motivasi, Methafisika, Falsafah Hidup, Sosial Budaya Dan Sastra