Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Berkat Mbah Waliyullah, Ban Bocor Bisa Kenceng

Mungkin jaman sekarang orang sudah tidak percaya dengan apa yang namanya keajaiban. Namun penulis sering mengalaminya sendiri. Keajaiban yang penulis maksud adalah pertolongan Allah secara 'aneh tapi nyata' alias ajaib. atau dengan bahasa lain disebut pertolongan Allah melalui suatu peristiwa yang menyalahi adat kebiasaan hukum alam. Salah satunya adalah peristiwa ban depan motor penulis yang bocor bisa dipompa lagi dan mampu berjalan dari Tuban hingga rumah. Perjalanan tersebut kurang lebih satu setengah jam lamnya. Peristiwa ini sudah lama berlalu, namun tiada salahnya penulis paparkan kali ini dengan harapan bisa menjadi perenungan.Suatu malam sekitar jam tiga dini hari penulis pulang dari Pesarean Mbah Ibrohim Asmoroqondi. Waktu itu penulis bersama istri dan anak yang masih balita. Ndilalahnya, motor penulis ban depannya kempes mungkin terjadi kebocoran. Clingak-clinguk, penulis berusaha mencari tukang tambal ban. Namanya juga masih dini hari, mana ada tukang tambal ban. Ma...

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...

Mendidik Anak : Sembahyang Itu Keperluan

Sembahyang itu harus ya Pak ? Tuhan marah ya jika adik nggak sholat ? Tiba-tiba si bungsu, masih lingkungan umur tujuh tahunan, bertanya sebuah pertanyaan yang cukup mengusik hati. Bahkan bukan hanya mengusik hati, tetapi cukup memeras otak untuk menjawabnya. Agak susah menjawabnya. Karena saya tahu anak ini cukup kritis. Mungkin anak Anda juga pada kritis juga pemikirannya, rata-rata anak sekarang demikian. Jika saya jawab, ya Allah akan marah jika kita tidak sholat, khawatir dia malah berfikir bahwa Dia itu egois atau ‘membutuhkan’ sholat kita. Jika jawaban saya tidak tepat, takutnya anak ini akan membayangkan bahwa Allah itu bagai raja yang kejam yang selalu minta dilayani, membutuhkan ‘pelayanan’ rakyatnya. Untuk ‘ngeles’ (menghindar sementara) saya suruh dia mandi. Kebetulan waktu sedang mendekati asar. Sebentar lagi dia akan pergi ke TPQ untuk belajar membaca Qur’an. “Malas Pak, gak usah mandi ah, nanti terus berangkat ngaji saja”. Ibunya menyambung, “Kalau begitu makan dulu, dar...

BAYANGAN

Ketika kita bercermin, entah pada kaca cermin atau air bening, kita melihat bayangan kita disana. Jika kita menggerakkan anggota badan kita maka bayangan itupun ikut bergerak. Jika kita diam maka bayangan itupun ikut diam. Bayangan kita ternyata tidak bisa bergerak sendiri, hanya mampu bergerak jika si empunya bayangan bergerak. Ketika kita melihat bayangan diri, spontan dalam hati mengatakan “Itu adalah saya”. Padahal bayangan kita bukanlah kita. Bayangan saya bukan saya. Bayangan Anda bukan Anda. Bayangan si Fulan bukan si Fulan. Bayangan tetap bayangan. Dan ‘ada’-nya bayangan itu adalah nisbi dan tergantung pada ’sesuatu’ yang menimbulkan bayangan tersebut. Dalam Sirul Asrar diterangkan bahwa manusia adalah cermin (bayangan)-Nya, al mukmin miratul Mukmin. Manusia tidak mampu ber-’ada’ jika tidak diadakan oleh-Nya. Manusia tidak mampu ‘bergerak’ jika tidak digerakkan-Nya (diberi kemampuan untuk hidup dan bergerak). Ya, manusia adalah ‘bayangan’-Nya. Sebagai bayangan, tentu manusia bu...

Menyaksikan Angin Lesus (Topan)

Pada bulan-bulan begini (awal peralihan kepada musim penghujan) biasanya banyak angin topan (taufan). Orang Jawa bilang angin lesus. Udara yang bergerak kencang sambil memutar-mutar membawa sampah dedaunan, debu dan apa saja yang ringan. Anak-anak kecil bersorak : "Ono lesus -ono lesus" (ada angin topan). Memang agak aneh jika dipikir. Bahkan anak kecilpun bisa mengatakan ada angin topan, maksudnya ada udara yang bergerak. Padahal yang nampak oleh mata kita adalah sampah dan berbagai benga ringan melayang-layang dan berputar-putar. Kok kita tidak mengatakan ada sampah berputar-putar, ada daun terbang berputar misalnya. Tidak. Kita, bahkan si kecilpun akan langsung mengatakan ada angin. Padahal kita tidak melihat angin. Tapi secara otomatis mengatakan kita menyaksikan angin bergerak. Angin tidak nampak pada penglihatan mata, namun manusia mapu menyaksikan ada angin yang sedang bergerak. Jika kita dengan mudahnya mampu 'menyaksikan' angin bergerak dengan melihat 'pe...