Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

MERENUNGI NIKMAT KETIKA SAKIT

Hampir dua puluh tahunan yang lalu penulis pernah jatuh dan terkilir di kaki. Beberapa minggu kemudian baru terasa sakit yang hebat, samai tidak bisa berjalan dua minggu lamanya. Kemudian sepuluh tahun lalu penulis jatuh terkilir lagi ketika kerja, lebih parah justru. Otot besar belakang kaki hampir putus terkena pecahan keramik. Enam bulan lamanya penulis tidak bisa berjalan. Sekarang ini rupanya sedang kumat. Sudah hampir tiga minggu. Kalau lagi puncak sakitnya, berjalanpun tak bisa. Harus ngesot . Namun penulis usahakan tetap tenga rileks sambil ikhtiar. Tetangga sebelah menyebelahpun tak tahu. Karena jika sudah reda rasa sakitnya, penulis keluar rumah, beraktifitas biasa dan tidak menunjukkan rasa sakit. Dalam masa kesakitan ini ternyata ada nikmat Tuhan yang tersembunyi. Perenungan. Bagaikan bertapa di jalan sunyi. Banyak hikmah yang tersingkap. Salah satunya adalah kesyukuran atas nikmat sehat yang selama ini penulis rasakan. Betapa nikmat sehat itu mahal, mahal sekali. Terin...

CATATAN RIWAYAT IMLEK DI INDONESIA

Artikel Berikut Adalah Tentang : Hari Raya Imlek Dan Sejarah Perayaan Imlek Di Indonesia. Imlek adalah perayaan penting bagi kaum Tionghoa dimanapun berada. Ia adalah semacam perayaan tahun baru bagi kalender mereka. Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. (https://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Baru_Imlek). SEJARAH PERAYAAN TAHUN BARU IMLEK DI INDONESIA Di Indonesia, selama tahun 1968-1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek secara terbuka, namunmembolehkannya secara tertutup pada acara keluarga. Bahkan justru waktu itu (sekitar tahun 1966 - 1967) ada orang Tionghoa sendiri yang mengusulkan larangan tot...

Berjubelnya Jamaah Umroh Tanda Indonesia Semakin Kaya ?

Hampir tiap hari calon jamah umroh berjubel di Bandara Juanda Surabaya, baik yang berangkat maupun yang balik dari tanah suci. Apakah dengan berjubelnya jamah umroh adalah tanda bahwa masyarakat Indonesia semakin kaya ? Ataukah kesadaran spiritual keagamaan yang makin tinggi ? Atau, jangan-jangan karena 'rayuan maut' agen umroh ? Atau, -yang ini suuzon- karena tak mau ketinggalan tetangga yang sudah pada haji dan umroh ? Jamaah Umroh (ilustrasi dari tribunjatim.com Berjubelnya Jamaah Umroh Tanda Indonesia Semakin Kaya ?  Tentu jawabannya bisa bermacam-macam. Namun yang jelas semoga saja fenomena ini menunjukkan dua hal yaitu peningkatan kesadaran religius spiritual dan yang tak kalh pentingnya : berarti tingkat ekonomi masyarakat semakin membaik. Tentu perbaikan tingkat ekonomi masyarakat ini patut disyukuri. Walaupun juga pemerintah tak perlu tepuk dada. Karena apa ? Justru banyak perbaikan ekonomi masyarakat pedesan itu berasal dari anggota keluarganya yang jadi TK...

Susahnya Tatakelola Gabah : Petani Menjerit, Konsumen Mengangis, Dan Pemerintah Susah

Tata kelola gabah nampaknya memang bukan perkara mudah. Hal tersebut karena melibatkan banyak pihak. Jika salah kelola, petani menjerit, konsumen menangis, pemerintah susah dan politisi 'cukup prihatin' agaknya. Ilustrasi Google Ilustrasinya begini. Jika waktu belum panen raya (kalau jaman bahehula dulu : musim paceklik) para petani yang punya irigasi masih bisa panen, walau dengan biaya produksi yang mahal. Harga melambung tinggi. Nah, konsumen 'sambat'. Para pembesar negeri (baca : politisi) bersuara lantang 'membela rakyat' : turunkan harga gabah ! Pemerintah akhirnya telinganya 'keri' juga. Terpaksa diumumkan bahwa pemerintah akan impor beras. Tujuannnya apa ? Sebenarnya untuk meredam kepanikan masyarakat. Padahal di masyarakat pedesaan biasa-biasa saja. Dengan adanya isu beras impor ditambah musim menjelang panen raya plus matahari segan memeberikan panasnya, lha dalah, apa yang terjadi ? Gabah ditingkat petan harganya 'hancur  cur  c...

Sakit : Nikmat Tuhan Yang Tersembunyi

Tidak seperti nikmat lainnya yang penuh diharap manusia. Sakit merupakan nikmat Tuhan yang tersembunyi, yang siapapun orangnya pasti tidak berharap. Sekalipun tidak pernah berharap sakit, tetapi jika memang datang waktunya sakit, maka ada hikmah tersembunyi dibalik keadaan sakit tersebut.    Sumber gambar : https://bukubiruku.com/doaas-sembuh/ Salah satu hikmahnya adalah dengan merasakan sakit maka akan mengetahui betapa mahalnya sehat itu. Sehat adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia. Jika nikmat sehat dicabut maka berapapun harta yang dimiliki maka tiada terasa nikmatnya lagi. Pernah satu kali penulis diundang orang yang lagi parah=parahnya sakit asam urat plus gagal ginjal. Bergerakpun tak mampu dia. Belum rasa sakit skujr tubuh yang menderanya. Sempat dia berujar, andai bisadibeli lagi sehat tubuhnya, 200 jutapun dia sanggup bayar. Saya tertawa saja, Ya iyalah, waktu sakit seakan nikmat harta tak ada artinya. Ketika orang lagi sakit maka baginya kesehatan ada...