Langsung ke konten utama

Sakit Akibat Menutup Sumur Peninggalan Leluhur

Pada suatu hari saya mendengar pengajian agama yang disiarkan oleh radiao FM milik ponpes Sunan Drajad, Drajad, Paciran, Lamongan. Pengajian agama tersebut dibawakan oleh seorang ulama terkenal yaitu KH Abdul Ghofur, pimpinan ponpes tsb. Dalam pengajian tsb, beliau bercerita bahwa pernah diundang orang untuk mengobati orang sakit.

Penderita yang sakit itu sudah capek berobat ke dokter, rumah sakit maupun dukun dan tabib. Namun belum kunjung sembuh. Jangankan sembuh, diagnosis penyakiyna saja tidak ketemu. Menurut pandangan Beliau ternyata sakit orang tersebut adalah disebabkan karena perbuatan orang itu yang menutup sumur peninggalan mbah / kakeknya. Setelah diganti dengan sumur yang baru, alhamdulillah orang tersebut sembuh.

Kebetulan saya juga pernah mengalami hal yang hampir serupa. Suatu saat saya diminta tolong tetangga kampung untuk mengobati keluarganya yang sakit 'jimpe' (mati rasa alaias lumpuh) sebelah tangannya. Setelah saya 'periksa' ternyata penyakitnya juga disebabkan karena dia telah menutup sumur yang dibuat oleh almarhum orang tuanya. Kemudian saya sarankan untuk mengganti amal jariah orang tuanya yang berupa sumur itu dengan jalan menyedekahkan sebagian hartanya ke masjid untuk dihadiahkan kepada orang tuanya. Hal itu sebagai ganti jariah sumur yang telah dia tutup. Alhamdulillah, sembuh.

Menjadi pertanyaan besar, apa kaitannya menutup sumur tersebut dengan sakit yang diderita???

Teorinya begini. Si pembuat sumur yang telah meninggal dunia dan hidup di alam barzah mempunyai "bank pahala" berupa sumur. Itu merupakan amal jariah yaitu amaliyah yang tidak akan terputus hatta si empunya telah meninggal. Tiap ada orang yang mengambil air dari sumur tersebut maka dia mendapat 'kiriman' hadiah ganjaran. Nah, ketika sumur itu sudah ditutup tanpa diganti dengan jariah dalam bentuk lain maka terputuslah "buku bank amalan jariahnya", tiada mengalir lagi pahalanya. Maka dia menjadi kecewa.

Kekecewaan orang tersebutlah yang kemudian 'ditransfer' oleh Allah ( karena sunah-Nya : berbuat baik dapat kebaikkan, berbuat merugikan orang lain akan mendapat kerugian juga kepada manusia yang telah menutup sumur tersebut. Kekecewaan orang yang hidup di alam barzah tersebut menjadi energi negatif yang kemudian mencari si penyebabnya dan menempel kepada manusia penyebabnya. Energi negatif ini kemudian bisa muncul dalam bentuk kemelaratan, kesakitan, celaka dan lain sebagainya.

Sebaliknya bagi orang yang mau menyenangkan para ahli kubur maka kegembiraan mereka akan menjadi energi positif yang akan menuju kepada orang yang membuat kegembiraan itu. Energi positif ini akan muncul dalm bentuk banyak rejeki, kebahagiaan, keberuntungan dan lain sebagainya. Wallahu a'lambishowab.

Bagaimana pendapat Anda ?????? ?

Salam, Tikan Tasmaun

Komentar

  1. Penjelasan itu walau menyinggung asma Allah tapi banyak ke takhayulnya. Dipas paske sehingga terkesan benar. Kalo menurut saya..dibuatnya sumur krn utk kbutuhn air shg sumur yg aktif berarti ada aliran air tanah yg baik di bawahnya. Aliran ini biasanya saling berhubungan dengan sumur sumur lain di sekitarnya krn adanya aliran tanah itu. Bila salah satu sumur aktif ini ditutup atau diuruk penuh maka tentunya menutup aliran air tanahnya..otomatis aliran air tanah ke sumur2 dekat di sekitarnya akan berkurang bahkan mungkin akan mati juga. Begitu..

    BalasHapus
  2. menurut saya kenapa menutup sumur bisa mendatangkan musibah jawabanya adalah karena didalam sumur banyak jin2 yang tinggal disitu.ingat bahwa jin suka tinggal ditempat2 yang lembab.maka jika sumur tsbt ditsbt ditutup tanpa permisi, jin yang mendiami tmpt itu akan marah, sehingga ingin membalas dendam dengan jalan menyakiti orng atau anggota klwrganya.

    BalasHapus
  3. Bagaimana bila sumur itu air nya sudah tercemar dan tidak bisa lagi di gunakan . bagaimana bila di urug . ?????

    BalasHapus
  4. Menurut hemat penulis, boleh diurug, namun seyogyanya ganti jariah si pembuat sumur dengan jariah baru, bisa dalam bentuk sodaqoh jariah di masjid, sekolahan, jalan ataupun fasilitas umum lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELAMAT DATANG

Selamat datang dan selamat menikmati bunga rampai pemikiran penulis di bidang filsafat, analisa budaya dan sejarah, pengetahuan herbal dan beragam opini sosial budaya. Disamping blog ini untuk sharing pengetahuan dan pengalaman, di bawah ini juga penulis tampilkan daftar produk dan layanan dari penulis yang bisa diakses para pembaca yang membutuhkan. DAFTAR PRODUK HERBAL, PARFUM SPIRITUAL DAN EBOOK A. PRODUK KAMI : 1.   Ramuan komplit untuk wanita supaya menjadi 'seperti' gadis lagi, terdiri dari kapsul jamu untuk diminum dan herbal untuk gurah organ intim. Dengan  " HERBAL KEMBALI PERAWAN "  yang merupakan ramuan herbal sari rapet alami inilah yang menjadi solusi permasalahan organ kewanitaan Anda. Sangat cocok bagi gadis yang telah mengalami 'kecelakaan' maupun ibu-ibu yang mengalami organ intim longgar. Herbal ini juga sangat efektif untuk mengobati keputihan. Info lengkap silahkan lihat di  https://perawanrapetwangi.blogspot.com/2010/01/solusi-supaya-menj...

JEJAK SEJARAH DESA SAWO, DUKUN, GRESIK

RINGKASAN MAKALAH TENTANG DESA SAWO 1. TENTANG Dr. (HC) K.H. Ng. Agus Sunyoto, M.Pd  Makalah ini mendasarkan pada metodologi yang diperkenalkan oleh Dr. (HC) K.H. Ng. Adus Sunyoto, Mpd. Dr. (HC) K.H. Ng. Agus Sunyoto, M.Pd., seorang sejarawan fenomenal sekaligus Ketua Lesbumi PBNU, dikenal memiliki pandangan kritis dan khas terhadap metode pelacakan sumber sejarah di Jawa dan Nusantara. Menurut beliau, metode pelacakan sejarah di Nusantara tidak bisa disamakan begitu saja dengan metode positivisme murni ala Barat yang hanya mengakui arsip tertulis negara. Bagi Agus Sunyoto, sejarah Nusantara harus didekati secara "pribumi" (indigenos)—yaitu dengan menghargai tradisi tutur atau Folklor, toponimi (Toponimi adalah bidang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul, arti, dan sejarah penamaan suatu tempat atau wilayah geografis), peninggalan sosiologis, artifak dan arkeologis.    2. JEJAK SEJARAH :  2.1. MAKAM BERGAMBAR REMBULAN  Di makam Kyai Demak-an pada nisan B...

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

The Four Elements of the Human Body

 The Four Elements of the Human Body The human body contains the four elements of nature, namely earth, water, fire (heat) and wind (air). All four influence human desires.  The earth element affects the desire for food and drink and the sufficiency of the body's needs.  The air element influences the human spirit to acquire worldly possessions. Even how much wealth is obtained will still feel lacking for humans. Like smoke in the air, it will continue to grow and fill the existing space.  The fire element influences the human will to be angry and defend itself against threats.  The water element influences the human spirit to be patient and accept God's fate. All four elements are important for the body. The influence on the will of the soul is also important so that humans can survive in the world. However, humans must also control these desires so that they remain within reasonable and controllable limits. If you cannot control them, you will fall into the lu...