Langsung ke konten utama

Tumor Berubah Menjadi Air, Suatu Keajaiban ?

Peristiwa yang ingin saya sharing berikut adalah kisah nyata yang baru saja terjadi beberapa hari yang lalu. Semoga kisah ini bisa menjadi perenungan kita bersama bahwa keajaiban Tuhan itu masih ada, masih berlangsung dan akan tetap terus berlangsung. Sehingga jangan putus asa terhadap rahmat-Nya. Mari segala sesuatu kita sandarkan pada 'wlas-asih-Nya.

Berikut adalah kisahnya. Beberapa malam yang lalu, saya mendapat panggilan dari seorang sahabat lama. Saya sendiri kaget. Karena sudah lama dia tidak pernah menghubungi saya. Tiba-tiba dia menelepon saya.

“Mas, tolong Ibu masuk rumah sakit”, katanya. Sebut saja namanya Liba’.

“Sakit apa ? Kok mendadak”, tanyaku kemudian.

“Nggak mendadak sebenarnya. Sudah lama gejalanya. Cuma karena perut Ibu semakin membesar makanya kami larikan ke rumah sakit. Nah setelah diphoto, ternyata didiagnosa ada tumor ganas dalam perut Ibu.”

“Ya sudah, serahkan penangannya kepada para dokter. Sedangkan tugas kita adalah membantu dengan berdoa. Bahkan doamu sebagai anak tentu sangat didengar Allah,” kataku kemudian. “Sekarang di rumah sakit mana ?”

“Di RSUD Bunder”, jawabnya. Yang dimaksud adalah RSUD Gresik. “Baik mas, mohon doanya ya?!”

“Amin. Jika Allah sudah turun tangan tentu tidak sulit bagi-Nya untuk memberi jalan kesembuhan walaupun divonis tumor ganas”

Begitulah dialog saya dengan seorang sahabat yang sedang mengalami kesusahan karena ibunya sedang sakit dan didiagnosa mengidap tumor ganas. Tentu diagnosa ini sudah didukung oleh berbagai fakta laboratoris dan juga photo-photo sinar X.

Dua hari kemudian sahabat ini menelepon lagi.

“Mas, Ibu  dirujuk ke rumah sakit Karang Menjangan,” ujarnya. Tentu yang dimaksud adalah RSUD Dr. Sutomo Surabaya sebagai rumah sakit terbesar di Jawa Timur. “Karena penyakitnya yang mungkin dianggap ‘ruwet’ makanya operasinya dirujuk ke sini”, sambungnya lagi.

“Tapi ada yang aneh Mas. Tadi padi kembali Ibu diperiksa, dipoto lagi. Kok katanya dalam perut Ibu bukan tumor, tetapi air.” Dan benar Mas, setelah disedot dengan pipa yang dimasukkan melalui hidung, ternyata yang keluar adalah air. Cukup banyak juga airnya. Sekarang perut Ibu sudah kepes. Kata dokter beberapa hari lagi Ibu sudah boleh pulang. Ibu hanya didiagnosa menderita sakit maag alias lambung saja.”

Saya jadi berfikir, tumor menjadi air, keajaiban atau salah diagnosa ???? Apapun itu yang penting si Ibu sudah sembuh. Alhamdulillah. Bagi saya semua adalah  campur tangan Allah. Semua karena ‘welas asih’-Nya.

Salam, Tiknan Tasmaun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELAMAT DATANG

Selamat datang dan selamat menikmati bunga rampai pemikiran penulis di bidang filsafat, analisa budaya dan sejarah, pengetahuan herbal dan beragam opini sosial budaya. Disamping blog ini untuk sharing pengetahuan dan pengalaman, di bawah ini juga penulis tampilkan daftar produk dan layanan dari penulis yang bisa diakses para pembaca yang membutuhkan. DAFTAR PRODUK HERBAL, PARFUM SPIRITUAL DAN EBOOK A. PRODUK KAMI : 1.   Ramuan komplit untuk wanita supaya menjadi 'seperti' gadis lagi, terdiri dari kapsul jamu untuk diminum dan herbal untuk gurah organ intim. Dengan  " HERBAL KEMBALI PERAWAN "  yang merupakan ramuan herbal sari rapet alami inilah yang menjadi solusi permasalahan organ kewanitaan Anda. Sangat cocok bagi gadis yang telah mengalami 'kecelakaan' maupun ibu-ibu yang mengalami organ intim longgar. Herbal ini juga sangat efektif untuk mengobati keputihan. Info lengkap silahkan lihat di  https://perawanrapetwangi.blogspot.com/2010/01/solusi-supaya-menj...

JEJAK SEJARAH DESA SAWO, DUKUN, GRESIK

RINGKASAN MAKALAH TENTANG DESA SAWO 1. TENTANG Dr. (HC) K.H. Ng. Agus Sunyoto, M.Pd  Makalah ini mendasarkan pada metodologi yang diperkenalkan oleh Dr. (HC) K.H. Ng. Adus Sunyoto, Mpd. Dr. (HC) K.H. Ng. Agus Sunyoto, M.Pd., seorang sejarawan fenomenal sekaligus Ketua Lesbumi PBNU, dikenal memiliki pandangan kritis dan khas terhadap metode pelacakan sumber sejarah di Jawa dan Nusantara. Menurut beliau, metode pelacakan sejarah di Nusantara tidak bisa disamakan begitu saja dengan metode positivisme murni ala Barat yang hanya mengakui arsip tertulis negara. Bagi Agus Sunyoto, sejarah Nusantara harus didekati secara "pribumi" (indigenos)—yaitu dengan menghargai tradisi tutur atau Folklor, toponimi (Toponimi adalah bidang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul, arti, dan sejarah penamaan suatu tempat atau wilayah geografis), peninggalan sosiologis, artifak dan arkeologis.    2. JEJAK SEJARAH :  2.1. MAKAM BERGAMBAR REMBULAN  Di makam Kyai Demak-an pada nisan B...

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

The Four Elements of the Human Body

 The Four Elements of the Human Body The human body contains the four elements of nature, namely earth, water, fire (heat) and wind (air). All four influence human desires.  The earth element affects the desire for food and drink and the sufficiency of the body's needs.  The air element influences the human spirit to acquire worldly possessions. Even how much wealth is obtained will still feel lacking for humans. Like smoke in the air, it will continue to grow and fill the existing space.  The fire element influences the human will to be angry and defend itself against threats.  The water element influences the human spirit to be patient and accept God's fate. All four elements are important for the body. The influence on the will of the soul is also important so that humans can survive in the world. However, humans must also control these desires so that they remain within reasonable and controllable limits. If you cannot control them, you will fall into the lu...