Langsung ke konten utama

Mendidik Anak : Sembahyang Itu Keperluan

Sembahyang itu harus ya Pak ? Tuhan marah ya jika adik nggak sholat ? Tiba-tiba si bungsu, masih lingkungan umur tujuh tahunan, bertanya sebuah pertanyaan yang cukup mengusik hati. Bahkan bukan hanya mengusik hati, tetapi cukup memeras otak untuk menjawabnya.

Agak susah menjawabnya. Karena saya tahu anak ini cukup kritis. Mungkin anak Anda juga pada kritis juga pemikirannya, rata-rata anak sekarang demikian. Jika saya jawab, ya Allah akan marah jika kita tidak sholat, khawatir dia malah berfikir bahwa Dia itu egois atau ‘membutuhkan’ sholat kita. Jika jawaban saya tidak tepat, takutnya anak ini akan membayangkan bahwa Allah itu bagai raja yang kejam yang selalu minta dilayani, membutuhkan ‘pelayanan’ rakyatnya.

Untuk ‘ngeles’ (menghindar sementara) saya suruh dia mandi. Kebetulan waktu sedang mendekati asar. Sebentar lagi dia akan pergi ke TPQ untuk belajar membaca Qur’an. “Malas Pak, gak usah mandi ah, nanti terus berangkat ngaji saja”. Ibunya menyambung, “Kalau begitu makan dulu, dari pulang sekolah tadi kamu main terus, belum makan siang.” Eh, anak ini membantah lagi, “Gak lapar Bu”. Tidak lama kemudian dia berganti pakaian dan berangkat ke TPQ.

Sepulang dari TPQ, si anak ini mengadu sama ibunya. “Bu, tadi di tepeqi perutku lapar banget, sampai aku nangis menahannya. Belum lagi badan rasanya gerah sekali. Lagian aku ‘digojloki’ kawan-kawan katanya badanku bau, ah reseh itu orang”, kata anakku mengadu. Mendengar itu langsung aku punya ide menjawab pertanyaannya siang tadi. Tapi saya simpan dulu. Menunggu dia selesai mandi dan makan. Setelah semuanya selesai dan keadaannya segar lagi, baru pelan-pelan kujawab pertanyaannya tadi.

Inti dari jawaban saya adalah bahwa sembahyang atau sholat itu adalah kebutuhan manusianya. Saya bilang itu kebutuhan kamu sendiri. ( Memang dia belum terkena hukum wajib untuk sholat, belum akil balik. Tapi tentu penting untuk diberi pengertian dasar tentang sembahyang.) Saya terangkan, sama dengan makan dan mandi tadi. Bapak dan ibu menyuruh kamu makan dan mandi bukan demi kepentingan bapak dan ibu. Tapi demi kepentingan kamu. Kamu disuruh mandi biar badan kamu bersih, tidak gatal, tidak gerah dan sehat. Kamu disuruh makan biar kamu kenyang dan sehat. Sembahyang juga begitu. Itu kebutuhan kita. Kebutuhan bapak, ibu dan kamu juga. Dengan sembahyang kita bisa mengucap terimakasih kepada Allah. Dengan sembahyang juga kita bisa meminta keperluan kita kepada Allah.

 “Tapi Pak, aku gak ngerti bahasa Arab, gimana dong aku meminta kepada Allah ?” , tanya anakku. Aku jawab, “Gampang, pokonya ikuti saja sembahyang Bapak. Nah waktu sujud dalam hati kamu bilang saja, terimakasih ya Allah. Waktu kamu duduk, bilang saja, aku minta ampun, minta disayang Allah, minta senantiasa sehat, minta rejeki dan minta cerdas dan ilmu” “Pak, aku pingin mainan ’skyboard’ kayak yang ada di tipi-tipi itu, boleh aku minta sama Tuhan ?”, tanya dia. Aku jawab, tentu boleh karena itu juga rejeki. “Wah kalau begitu aku mau memintakan juga untuk Bapak supaya dikasih Allah mobil,” katanya. Aku sahuti saja “Amiin,amiin,amiin”.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

Tips Cara Mengolah Bekatul Menjadi Makanan Suplemen Kesehatan

Anda tahu bekatul kan ? Nggak tahu...sungguh terlalu !!! Ya, bekatul adalah limbah beras. Gabah yang digiling akan menghasilkan limbah berupa sekam dan bekatul. Ada yang menyebut dedak halus. Biasanya bekatul sekedar jadi pakan ternak, sapi, ayam, itik misalnya. Nah, kali ini jadikan pakan ternak itu makanan suplemen kesehatan yang murah meriah. Saya telah lama mempraktekkan hal ini. Sebagai praktisi pengobatan alternatif saya menyarankan tiap pasien saya untuk mengkonsumsi bekatul. Hasilnya sungguh menggembirakan. Bekatul sangat bermanfaat untuk memulihkan kesehatan bagi orang yang habis operasi, habis sakit, untuk membantu kesembuhan penderita kencing manis dan masih banyak lagi manfaatnya. Adapun cara pengolahannya yang sederhana sangatlah mudah. Bekatul bisa Anda buat menjadi panganan, jajan, biskuit, bubur dan sereal. Untuk pengolahan menjadi sereal ada dua macam yaitu sereal bekatul murni dan sereal campuran. Khusus untuk penyembuhan penyakit, terutama bagi Anda yang menderit...

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...

CARA MEMBUAT JAMU "KUAT LELAKI"

Apabila Anda merasa badan Anda terasa lesu kurang bergairah maka Anda dapat membuat jamu alami pembangkit tenaga dan stamina. Adapun caranya demikian : BAHAN -BAHAN YANG DIPERLUKAN : telor ayam kampung 3 butir teh 2 ons gula batu secukupya Cara pembuatannya demikian : rebuslah teh tersebut atau cukup rendam degan air panas satu setengah gelas kemdian saringlah air tersebut, masukkan telor yang ada kedalam air teh tersebut dan aduklah, tambahkan gula batu secukupnya dan aduk hingga rata, minumlah ramuan tersebut. Baca artikel tentang Jamu Pria berikutnya di RESEP JAMU SEHAT DAN PERKASA BAGI PRIA Ramuan ini efektif bagi Anda yang tidak sedang mengalami penyakit kencing manis maupun angguan fungsi seksual atau ereksi. Bagi Anda penderita kencing manis temukan solusinya di ayosembuhdansehat.blogspot.com . Sedangkan bagi Anda yang mengalami gangguan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, silahkan klik di minyaktelor.com Wassalam, Tiknan Tasmaun

Tentang SERAT WIRID HIDAYAT JATI

Selayang Pandang, Buku (kitab) Serat Wirid Hidayat Jati adalah buku yang ditulis oleh R.Ng. Ronggo Warsito (Kiyahi Ageng Burhan). Penulis tidak mendapatkan buku aslinya, namun penulis mendapat warisan buku tulisan tangan dari Almarhum Kakek. Menurut penuturan beliau, beliau sendirilah yang menyalin tulisan tersebut dari buku aslinya yang tertulis dalam aksara Jawa ke dalam tulisan beraksara Latin. Pada pembukaan (Kata Pengantar) buku tersebut, tertulis nama Raja Solo, Pangeran R. Soewono Sosro Mangkoe Negoro Sambernyowo (Gerak III). Jadi mungkin Ronggo Warsito menulis buku tersebut atas perintah Ingkang Sinuhun atau menulis buku tersebut untuk dipersembahkan kepada Beliau. Berikut adalah kata pengantar dalam buku tersebut : "Bahosi Kawungan : Sintento ingkang kerso maos serat puniko, menawi dereng tampi wedaran saking Murtito Mawaskito Tunggal, ing panyuwun kulo mugi kersoho nahan adrenging kerso kanti sumeleh ing penggalih. Sampun ngantos kawahos. Inggih namung bongso wirid...