Langsung ke konten utama

KANKER PAYUDARA

Sebenarnya pembahasan ini sudah masuk dalam tulisan saya terdahulu yaitu Pengobatan Kanker dan Tumor Secara Alternatif. Namun untuk lengkapnya maka saya kutip beberapa keterangan dari tulisan Saudari Fatmah Afrianty Gobel, seorang pendidik, peneliti dan pengajar. Saat ini menjabat sebagai Ketua Jurusan/Program Studi Kesehatan Masyarakat, FKM Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar. Beliau menulis di kompasiana dengan judul Kanker Payudara, Penyakit Mematikan Kaum Wanita

Berikut petikan artikelnya :
  1. Kanker payudara telah menjadi penyakit mematikan bagi sebagian besar kaum wanita, meski laki-laki juga bisa terkena
  2. Penyebab kanker payudara sampai saat ini belum diketahui secara pasti.  
  3. Namun diperkirakan kanker payudara disebabkan oleh pengaruh beberapa faktor seperti : tubuh gagal membangun sistem pertahanan tubuh; payudara yang sering diremas/dipencet; faktor gizi yang buruk; penggunaan hormon estrogen (misalnya pada pengguna terapi estrogen replacement); minum alkohol dan merokok; faktor genetik dan riwayat keluarga; konsumsi lemak dan serat; radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas (tergantung dosis dan umur saat terkena paparan radiasi); obesitas pada wanita setelah menopause; perubahan sifat pertumbuhan sel payudara menjadi ganas.
  4. Beberapa gejala awal kanker payudara adalah: benjolan pada payudara anda berubah bentuk/ukuran, puting susu masuk ke dalam (retraksi), salah satu puting susu tiba-tiba lepas/hilang, kulit payudara terasa seperti terbakar, kulit payudara berubah warna: dari merah muda menjadi coklat hingga seperti kulit jeruk, payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain padahal tidak menyusui, bila tumor sudah besar muncul rasa sakit yang hilang-timbul.
Beberapa poin yang saya tulis diatas adalah petikan dari tulisan beliau.

Sedangkan disini saya ingin menyumbangkan pengetahuan pengobatan alternatif terhadap kanker payudara ini.
  • Bagi yang stadium awal atau bagi Anda yang habis mengalami operasi kanker payudara, maka ikutilah petunjuk berikut supaya akar-akar kanker payudara bisa mati sehingga Anda bisa sembuh total.
  • Rebuslah sepuluh lembar daun sirsak atau moris dengan tiga gelas air dan biarkan mendidih hingga air tinggal kurang lebih satu gelas. Minum ramuan ini secara rutin tiap hari tiga kali sampai Anda benar-benar sembuh total. Efek dari ramuan ini lebih hebat dan lebih cepat daripada kemoterapi. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan karena hanya Dia yang bisa kasih kesembuhan.
  • Lebih bagus lagi jika Anda terapi 'pancaran sinar energi methafisika' karena energi methafisik ilahiyah mampu membakar sel-sel kanker dan tumor- tentu saja dengan ijin Allah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, amiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELAMAT DATANG

Selamat datang dan selamat menikmati bunga rampai pemikiran penulis di bidang filsafat, analisa budaya dan sejarah, pengetahuan herbal dan beragam opini sosial budaya. Disamping blog ini untuk sharing pengetahuan dan pengalaman, di bawah ini juga penulis tampilkan daftar produk dan layanan dari penulis yang bisa diakses para pembaca yang membutuhkan. DAFTAR PRODUK HERBAL, PARFUM SPIRITUAL DAN EBOOK A. PRODUK KAMI : 1.   Ramuan komplit untuk wanita supaya menjadi 'seperti' gadis lagi, terdiri dari kapsul jamu untuk diminum dan herbal untuk gurah organ intim. Dengan  " HERBAL KEMBALI PERAWAN "  yang merupakan ramuan herbal sari rapet alami inilah yang menjadi solusi permasalahan organ kewanitaan Anda. Sangat cocok bagi gadis yang telah mengalami 'kecelakaan' maupun ibu-ibu yang mengalami organ intim longgar. Herbal ini juga sangat efektif untuk mengobati keputihan. Info lengkap silahkan lihat di  https://perawanrapetwangi.blogspot.com/2010/01/solusi-supaya-menj...

JEJAK SEJARAH DESA SAWO, DUKUN, GRESIK

RINGKASAN MAKALAH TENTANG DESA SAWO 1. TENTANG Dr. (HC) K.H. Ng. Agus Sunyoto, M.Pd  Makalah ini mendasarkan pada metodologi yang diperkenalkan oleh Dr. (HC) K.H. Ng. Adus Sunyoto, Mpd. Dr. (HC) K.H. Ng. Agus Sunyoto, M.Pd., seorang sejarawan fenomenal sekaligus Ketua Lesbumi PBNU, dikenal memiliki pandangan kritis dan khas terhadap metode pelacakan sumber sejarah di Jawa dan Nusantara. Menurut beliau, metode pelacakan sejarah di Nusantara tidak bisa disamakan begitu saja dengan metode positivisme murni ala Barat yang hanya mengakui arsip tertulis negara. Bagi Agus Sunyoto, sejarah Nusantara harus didekati secara "pribumi" (indigenos)—yaitu dengan menghargai tradisi tutur atau Folklor, toponimi (Toponimi adalah bidang ilmu linguistik yang mempelajari asal-usul, arti, dan sejarah penamaan suatu tempat atau wilayah geografis), peninggalan sosiologis, artifak dan arkeologis.    2. JEJAK SEJARAH :  2.1. MAKAM BERGAMBAR REMBULAN  Di makam Kyai Demak-an pada nisan B...

SANGKAN PARANING DUMADI : Jalan Pulang

Murid : "Guru, mohon Guru jelaskan dari mana aku berasal dan kemana aku akan pergi ?" Guru : "Sesungguhnya yang kamu tanyakan adalah 'sangkan paraning dumadi' (asal dan tujuan hidup). Atau lebih tepatnya jalan pulangmu. Ketahuilah dalam dirimu mengandung dua unsur pokok yaitu jasmanimu dan ruhaniahmu. Masing-masing mempunyai jalan pulang sendiri-sendiri Jasmanimu dicipta dari unsur alam ini. Tanah (bumi), udara (angin), api (panas) dan air. Karena asalnya dari bahan saripati alam maka kelak akan kembali ke alam lagi. Yang tanah kembali kepada tanah, yang angin kembali kepada angin, yang api kembali kepada api dan yang air akan menyatu kembali kepada air. Urut-urutannya adalah demikian. Saripati tanah, udara, panas dan air dihisap oleh tumbuhan kemudian diproses menjadi sari makanan. Tumbuhan tersebut ada yang dimakan hewan dan ada yang dimakan langsung oleh manusia. Hewan yang memakan tumbuhan itupun akhirnya juga dimakan manusia. Ahirnya saripati makanan...

Sejarah Sabdopalon Dan Syeh Subakir : PERJANJIAN LELUHUR JAWA

Ini adalah dialog imajiner antara Sabdopalon dengan Syeh Subakir di atas Gunung Tidar. Gunung Tidar adalah Gunung paku, pakunya Tanah Jawa. Juga gunung patok, patoknya Tanah Jawa. Juga disebut gunung punjer yang berarti punjer atau pusernya Tanah Jawa. Konon kisah ini tertulis dalam lontar Sunan Drajad yang masih disimpan ahli keteurunan Beliau. Hikayat ini pernah dipentaskan sebagai lakon wayang songsong di Desa Drajad, Paciran, Lamongan. Kemudian kami juga mementaskan lakon ini dalam pertunjukan wayang Tengul saat hajatan pernikahan putri kami dengan sedikit penyesuaian. Pada pementasan di rumah, kami namai lakonnya dengan Lakon : Babat Tanah Jawi - Nikahnya Kanjeng Sunan Drajad. Syeh Subakir : Kisanak, siapakah kisanak ini, tolong jelaskan.   Sabdopalon : Aku ini Sabdopalon, pamomong (penggembala)Tanah Jawa sejak jaman dahulu kala. Bahkan sejak jaman kadewatan (para dewa) akulah pamomong para kesatria leluhur. Dulu aku dikenali sebagai Sang Hyang Ismoyo Jati, lalu di...

The Four Elements of the Human Body

 The Four Elements of the Human Body The human body contains the four elements of nature, namely earth, water, fire (heat) and wind (air). All four influence human desires.  The earth element affects the desire for food and drink and the sufficiency of the body's needs.  The air element influences the human spirit to acquire worldly possessions. Even how much wealth is obtained will still feel lacking for humans. Like smoke in the air, it will continue to grow and fill the existing space.  The fire element influences the human will to be angry and defend itself against threats.  The water element influences the human spirit to be patient and accept God's fate. All four elements are important for the body. The influence on the will of the soul is also important so that humans can survive in the world. However, humans must also control these desires so that they remain within reasonable and controllable limits. If you cannot control them, you will fall into the lu...